Jakarta – Selama ini, setiap generasi baru kerap dianggap lebih cerdas dibandingkan pendahulunya. Namun, tren itu tampaknya terhenti pada Generasi Z. Sejumlah pakar saraf di Amerika Serikat memperingatkan bahwa Gen Z menjadi generasi pertama yang menunjukkan penurunan kemampuan kognitif dibandingkan generasi milenial.
EdTech Memicu Penurunan Kognitif
Ahli saraf Jared Cooney Horvath menyebut teknologi pendidikan (EdTech) sebagai penyebab utama penurunan kemampuan kognitif ini. Menurutnya, penggunaan perangkat digital secara masif di sekolah menurunkan hampir semua aspek kognitif Gen Z. Hal ini mencakup rentang perhatian, memori, kemampuan literasi dan numerasi, serta kemampuan memecahkan masalah.
“Data menunjukkan bahwa begitu sekolah menerapkan teknologi digital secara luas, performa akademik menurun signifikan,” ujar Horvath, dikutip Wion.
Dengan kata lain, teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu. Ia juga mengubah cara otak anak muda memproses informasi.
Ironi Generasi yang Sekolah Lebih Lama
Ironisnya, penurunan ini terjadi pada generasi yang menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah dibandingkan generasi sebelumnya. Horvath menjelaskan, otak manusia tidak dirancang untuk menerima informasi dalam format video singkat atau ringkasan teks digital.
Selain itu, ketergantungan anak muda pada konten instan dan kecerdasan buatan menurunkan kemampuan berpikir kritis. Padahal, kemampuan ini seharusnya mereka asah melalui pembelajaran mendalam.
Interaksi Langsung dan Membaca Buku Fisik Lebih Efektif
Oleh karena itu, Horvath menekankan pentingnya interaksi langsung dan membaca buku fisik. Proses ini membantu anak muda menguasai ide-ide kompleks dengan lebih baik.
“Evolusi manusia menuntut belajar melalui interaksi sosial nyata dengan guru dan teman. Anak muda tidak bisa hanya menggulir layar untuk membaca poin-poin ringkasan,” katanya.
Dengan demikian, sekolah perlu menekankan pembelajaran tatap muka dan studi mendalam untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Fenomena Global
Tidak hanya di Amerika Serikat, penurunan kognitif juga terjadi di lebih dari 80 negara. Negara-negara itu mengintegrasikan teknologi digital secara masif di ruang kelas.
Sebagai akibatnya, dunia pendidikan menghadapi tantangan global. Sekolah perlu menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan perkembangan kognitif anak muda.









