PAD Sungai Penuh Bocor Ratusan Juta Usai Penataan Pedagang Tanjung Bajure

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Penataan pedagang di kawasan Tanjung Bajure oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh diduga memicu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga ratusan juta rupiah, setelah berbagai keterangan dan temuan muncul dari para pedagang dalam forum resmi DPRD yang membahas kondisi pengelolaan kawasan tersebut.

Hal itu terungkap dalam hearing DPRD Kota Sungai Penuh bersama para pedagang pada Jumat (27/3/2026), ketika para pedagang menyampaikan bahwa mereka membayar biaya harian sekitar Rp17 ribu yang mencakup berbagai komponen, mulai dari kebersihan, keamanan, penggunaan payung, hingga fasilitas parkir yang mereka gunakan setiap hari dalam aktivitas berdagang.

“Untuk satu hari lebih kurang Rp17 ribu yang wajib kami bayar,” ujar salah satu pedagang kepada wartawan di kantor DPRD Kota Sungai Penuh, sambil menjelaskan rincian pungutan yang mereka terima dan mereka bayarkan setiap hari dalam menjalankan usaha di kawasan tersebut.

Baca Juga :  DPRD Sungai Penuh Bahas Tarif Travel Naik, Soroti Aturan dan Travel Liar

Para pedagang juga menyampaikan bahwa pungutan tersebut belum mencakup retribusi atau karcis yang petugas pungut setiap hari di lapangan, sehingga mereka menilai muncul beban tambahan yang harus mereka tanggung di luar biaya utama yang mereka bayarkan dalam kegiatan berdagang.

Selain itu, para pedagang juga mengungkapkan bahwa mereka menyewa lapak dari pihak tertentu yang mereka sebut sebagai oknum, meskipun mereka tidak menyebutkan identitas pihak tersebut secara rinci, sehingga kondisi ini menimbulkan tanda tanya terkait mekanisme pengelolaan dan distribusi lapak di kawasan tersebut.

Informasi yang beredar juga menyebut bahwa pihak pengelola atau pemilik lapak mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat proses relokasi pedagang dari kawasan Tanjung Bajure, sehingga kondisi tersebut ikut memicu perhatian masyarakat dan mendorong pembahasan lebih lanjut terkait tata kelola kawasan.

Baca Juga :  DPRD Sidak SMPN 2 Sungai Penuh Pasca Kebakaran

Dukung Penataan

Sementara itu, warga Kota Sungai Penuh, Hendri, menilai bahwa penataan pedagang yang pemerintah lakukan justru membawa dampak positif karena ia melihat kawasan menjadi lebih tertib, lebih bersih, dan jalan di sekitar lokasi menjadi lebih lebar serta lebih nyaman bagi masyarakat yang melintas setiap hari.

Ia juga meminta pemerintah untuk menertibkan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari pengelolaan lapak agar Pendapatan Asli Daerah Kota Sungai Penuh dapat meningkat secara optimal, karena menurutnya selama ini pihak-pihak tertentu justru meraup keuntungan dari situasi tersebut.

“Selama ini yang meraih keuntungan itu oknum,” katanya, sambil berharap pemerintah menindaklanjuti persoalan ini secara tegas, transparan, dan terukur agar pengelolaan kawasan dapat berjalan lebih baik ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pensiun ASN Sungai Penuh Capai 105 Orang, Guru dan Nakes Paling Terdampak
QR Kotak Amal Resmi Diluncurkan, Warga Kini Bisa Cek Legalitas Donasi Lewat Ponsel
Pejabat Strategis Sungai Penuh Ajukan Pensiun Dini, Publik Heboh Soroti Penyebabnya
Jalan Sungai Penuh–Tapan Dibahas, Alfin Gandeng TNKS Buka Akses dan Dongkrak Ekonomi Warga
Gerakan 3S Sungai Penuh Jadi Sorotan Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Gotong Royong Lawan Stunting
Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Sungai Penuh Bidik Jalur Cepat, Ini Dampaknya
3S Sungai Penuh Panen Penghargaan, Gerakan Sederhana Berbuah Dampak Nyata
Sungai Penuh Borong Penghargaan Nasional: HKI Lagu Daerah hingga Stunting
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:07 WIB

Pensiun ASN Sungai Penuh Capai 105 Orang, Guru dan Nakes Paling Terdampak

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:36 WIB

QR Kotak Amal Resmi Diluncurkan, Warga Kini Bisa Cek Legalitas Donasi Lewat Ponsel

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pejabat Strategis Sungai Penuh Ajukan Pensiun Dini, Publik Heboh Soroti Penyebabnya

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00 WIB

Jalan Sungai Penuh–Tapan Dibahas, Alfin Gandeng TNKS Buka Akses dan Dongkrak Ekonomi Warga

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Gerakan 3S Sungai Penuh Jadi Sorotan Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Gotong Royong Lawan Stunting

Berita Terbaru