Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Australia. Kondisi ini mendorong pemerintah mengambil langkah cepat. Pemerintah menggratiskan transportasi umum di dua negara bagian, yaitu Victoria dan Tasmania.

Pemerintah Victoria menetapkan tarif nol untuk bus, trem, dan kereta. Kebijakan ini berlaku selama satu bulan. Sementara itu, Tasmania menerapkan kebijakan serupa selama tiga bulan. Kebijakan ini juga mencakup transportasi laut seperti kapal feri.

Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, menyebut kebijakan ini meringankan beban masyarakat. Ia juga menilai langkah ini mengurangi tekanan pada pasokan BBM di stasiun pengisian.

Baca Juga :  Mayoritas Negara Mulai Ramadan 19 Februari

“Langkah ini memang tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi menjadi solusi jangka pendek untuk membantu warga,” ujar Allan.

Di Victoria, penumpang tidak perlu melakukan tap-in dan tap-out. Sistem membebaskan biaya perjalanan secara otomatis selama kebijakan berlaku.

Perdana Menteri Tasmania, Jeremy Rockliff, menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan kebijakan ini melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga BBM.

“Kenaikan harga bahan bakar berdampak pada anggaran keluarga. Kami mengambil langkah tegas untuk membantu warga,” kata Rockliff.

Baca Juga :  Solok Selatan Catat Pengangguran Terendah, Investasi Energi Dorong Penyerapan Tenaga Kerja

Kebijakan ini muncul di tengah kenaikan harga BBM di Australia. Harga bensin tanpa timbal mencapai sekitar AU$2,60 per liter. Sementara itu, solar melampaui AU$3 per liter di sejumlah wilayah.

Sejumlah pihak mendorong pemerintah menerapkan kebijakan ini secara nasional. Namun, pemerintah menilai langkah tersebut belum memungkinkan. Tidak semua wilayah di Australia mengalami krisis BBM.

Langkah ini menjadi upaya jangka pendek pemerintah Australia. Tujuannya meredam dampak krisis energi global terhadap masyarakat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru