JAKARTA – Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Australia. Kondisi ini mendorong pemerintah mengambil langkah cepat. Pemerintah menggratiskan transportasi umum di dua negara bagian, yaitu Victoria dan Tasmania.
Pemerintah Victoria menetapkan tarif nol untuk bus, trem, dan kereta. Kebijakan ini berlaku selama satu bulan. Sementara itu, Tasmania menerapkan kebijakan serupa selama tiga bulan. Kebijakan ini juga mencakup transportasi laut seperti kapal feri.
Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, menyebut kebijakan ini meringankan beban masyarakat. Ia juga menilai langkah ini mengurangi tekanan pada pasokan BBM di stasiun pengisian.
“Langkah ini memang tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi menjadi solusi jangka pendek untuk membantu warga,” ujar Allan.
Di Victoria, penumpang tidak perlu melakukan tap-in dan tap-out. Sistem membebaskan biaya perjalanan secara otomatis selama kebijakan berlaku.
Perdana Menteri Tasmania, Jeremy Rockliff, menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan kebijakan ini melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga BBM.
“Kenaikan harga bahan bakar berdampak pada anggaran keluarga. Kami mengambil langkah tegas untuk membantu warga,” kata Rockliff.
Kebijakan ini muncul di tengah kenaikan harga BBM di Australia. Harga bensin tanpa timbal mencapai sekitar AU$2,60 per liter. Sementara itu, solar melampaui AU$3 per liter di sejumlah wilayah.
Sejumlah pihak mendorong pemerintah menerapkan kebijakan ini secara nasional. Namun, pemerintah menilai langkah tersebut belum memungkinkan. Tidak semua wilayah di Australia mengalami krisis BBM.
Langkah ini menjadi upaya jangka pendek pemerintah Australia. Tujuannya meredam dampak krisis energi global terhadap masyarakat.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









