Prajurit TNI Ini Mendadak Tajir, Modal Rp5.000 Jadi Rp50 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Keberuntungan besar menghampiri seorang prajurit TNI. Hidupnya berubah dalam waktu singkat.

Peristiwa ini terjadi pada 7 Mei 1991. Kapten Marinir Suseno datang ke kantor Menko Polkam saat itu, Sudomo. Ia menerima hadiah uang tunai dari undian.

Suseno tidak meraih hadiah dari tugas militer. Ia membeli kupon Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) seharga Rp5.000. Kupon itu mengantarkannya menang besar.

Ia memenangkan hadiah utama Rp1 miliar pada periode ke-14. Nilai itu sangat besar pada masanya.

Baca Juga :  Cina Pangkas Target Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Saat itu, harga rumah di Pondok Indah sekitar Rp80 juta per unit. Dengan Rp1 miliar, ia bisa membeli sekitar 12 rumah.

Harga emas juga masih rendah. Satu gram hanya sekitar Rp20 ribu. Uang Rp1 miliar cukup untuk membeli 50 kilogram emas.

Jika memakai perbandingan harga emas saat ini, nilainya mencapai sekitar Rp50 miliar. Kekayaan itu mengubah hidupnya secara total.

Pemerintah memulai program SDSB sejak 1989 pada era Presiden Soeharto. Program ini bertujuan menghimpun dana masyarakat.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Bertahan di Rp17.130-an

Masyarakat cukup membeli kupon lalu menunggu hasil undian. Radio menyiarkan pengumuman pemenang.

Peluang menang sangat kecil. Hanya satu atau dua orang yang membawa pulang hadiah dari jutaan peserta.

Program ini menarik banyak peminat. Petani, tukang becak, hingga aparat ikut mencoba peruntungan. Sebagian orang bahkan mencari angka lewat bantuan paranormal.

Namun, SDSB menuai kritik. Banyak pihak menilai program ini mirip perjudian.

Penolakan terus muncul. Pemerintah menghentikan SDSB pada 1993.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru