Gas 3 Kg Langka di Kerinci dan Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

KERINCI – Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram masih melanda 18 kecamatan Kabupaten Kerinci dan 8 kecamatan Kota Sungai Penuh. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena distribusi tidak tepat sasaran dan harga jual jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Warga kesulitan mendapatkan gas subsidi yang seharusnya pemerintah sediakan untuk masyarakat miskin. Di sejumlah lokasi, pelaku usaha menjual gas bebas di toko dan supermarket, bukan melalui jalur resmi pangkalan.

Masyarakat menduga adanya praktik kecurangan dalam distribusi. Sejumlah warga melaporkan tabung LPG mengalami pengoplosan. Mereka juga menemukan tabung berisi air untuk menutupi kekurangan isi setelah pihak tertentu mengambil sebagian gas.

Baca Juga :  TNKS Buka Kembali Jalur Pendakian Gunung Kerinci

Harga gas LPG 3 kg terus melonjak. Berdasarkan Keputusan Gubernur Jambi Nomor 241/Kep.Gub/Set Da-PRKM 2.3/2021, pemerintah menetapkan HET sebesar Rp20 ribu per tabung. Namun, pedagang di lapangan menjualnya dengan harga Rp27 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.

Kondisi ini menyoroti kinerja pengawasan pemerintah daerah. DPRD Kabupaten/Kota, khususnya Komisi II, serta DPRD Provinsi Jambi belum menjalankan pengawasan secara optimal terhadap distribusi gas subsidi.

Baca Juga :  Bank Jambi Perpanjang Jam Operasional ATM hingga 20.00 WIB, Ini Penjelasannya

Sejumlah wilayah mencatat kondisi paling parah, antara lain Kecamatan Pondok Tinggi di Kota Sungai Penuh, serta Kecamatan Keliling Danau, Depati Tujuh, dan Kayu Aro di Kabupaten Kerinci.

Aturan menetapkan sanksi tegas bagi pangkalan dan SPBBE yang melanggar SOP, termasuk pencabutan izin usaha. Namun, pelaku usaha masih melakukan pelanggaran tanpa penindakan tegas.

Masyarakat mendesak Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi segera bertindak. Mereka meminta aparat menindak pihak yang menyalahgunakan distribusi gas subsidi 3 kg serta menghentikan praktik kecurangan yang merugikan masyarakat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Sentuh Warga Lewat Khitan Massal Gratis, PT Kerinci Merangin Hidro Fasilitasi 50 Anak dari Sembilan Desa
Petani Kentang Kayu Aro Kerinci Tertekan, Harga Turun Rp1.500 per Kg Saat Panen Raya
Akhiri Penantian Bertahun-Tahun, Jembatan Garuda di Kerinci Buka Jalur Emas Petani dan Ubah Wajah Ekonomi Desa
Tenggat Terlewati, Tiga Desa di Kerinci Masih Tertahan Pencairan Dana Desa Tahap I 2026
Dari Lereng Kerinci ke Tiongkok: 20 Ton Kopi Fine Robusta Lempur Tembus Pasar Global dengan Cita Rasa Premium
Banjir Bandang Kerinci Datang Tanpa Peringatan, Jalur Hulu Jadi Sorotan
Petani Cabai Kerinci Tebang Tanaman Saat Harga Anjlok Rp20 Ribu/Kg, Video Viral Picu Sorotan Publik
Ahli Waris Protes, Kades Diduga Tunjuk Lahan Koperasi Merah Putih Sepihak di Kerinci
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:00 WIB

Sentuh Warga Lewat Khitan Massal Gratis, PT Kerinci Merangin Hidro Fasilitasi 50 Anak dari Sembilan Desa

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:00 WIB

Petani Kentang Kayu Aro Kerinci Tertekan, Harga Turun Rp1.500 per Kg Saat Panen Raya

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:00 WIB

Akhiri Penantian Bertahun-Tahun, Jembatan Garuda di Kerinci Buka Jalur Emas Petani dan Ubah Wajah Ekonomi Desa

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:00 WIB

Tenggat Terlewati, Tiga Desa di Kerinci Masih Tertahan Pencairan Dana Desa Tahap I 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:00 WIB

Dari Lereng Kerinci ke Tiongkok: 20 Ton Kopi Fine Robusta Lempur Tembus Pasar Global dengan Cita Rasa Premium

Berita Terbaru