Dari Lereng Kerinci ke Tiongkok: 20 Ton Kopi Fine Robusta Lempur Tembus Pasar Global dengan Cita Rasa Premium

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI – Di tengah persaingan kopi global yang semakin ketat, petani dari pelosok Kabupaten Kerinci justru mencuri perhatian pasar internasional. Berbekal kualitas dan ketekunan menjaga cita rasa, kopi Fine Robusta asal Desa Lempur kini mulai dilirik pembeli luar negeri. Di balik keberhasilan itu, muncul harapan baru agar Jambi tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kopi unggulan, tetapi juga menjadi pusat ekspor komoditas dari Sumatera.

Kopi Kerinci Bangkit dari Kebun Pegunungan

Kabupaten Kerinci selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Provinsi Jambi. Namun kini, kopi dari wilayah pegunungan tersebut mulai bergerak lebih jauh dan memasuki pasar internasional dengan kualitas yang semakin kompetitif.

Petani yang tergabung dalam Koperasi Agro Forestry Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, terus memperbaiki pola budidaya agar mampu menghasilkan kopi berkualitas premium. Mereka tidak lagi hanya mengejar jumlah panen, tetapi juga menjaga konsistensi rasa, aroma, dan mutu biji kopi sejak proses pemetikan hingga pengolahan.

Selain itu, para petani mulai menerapkan sistem produksi yang lebih modern. Mereka memilih buah merah saat panen, mengontrol proses fermentasi, serta menjaga standar pengeringan agar kualitas kopi tetap stabil saat masuk pasar ekspor.

Pendampingan Petani Mulai Mengubah Wajah Kopi Kerinci

Perubahan besar di sektor kopi Kerinci tidak berjalan sendiri. Bank Indonesia Wilayah Jambi bersama pemerintah daerah ikut memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan berkelanjutan.

Kemudian, koperasi petani juga membangun sistem kerja yang lebih terstruktur agar kualitas produksi tetap terjaga. Langkah tersebut membuat kopi Kerinci semakin mudah menembus pasar luar negeri yang memiliki standar ketat.

Baca Juga :  BRI Perluas QRIS Cross Border ke China, Transaksi Wisatawan Indonesia Kini Lebih Praktis Lewat BRImo

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, mengapresiasi pendampingan yang selama ini berjalan di tingkat petani.

“Kita mengapresiasi Bank Indonesia wilayah Jambi yang sudah membina para petani meningkatkan produktivitas dan kualitas yang dihasilkan,” kata Ariansyah.

Menurutnya, sinergi antara petani, pemerintah, dan lembaga pendamping menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing kopi Kerinci di pasar global.

Generasi Muda Mulai Melirik Sektor Kopi

Selain meningkatkan ekonomi desa, perkembangan industri kopi di Kerinci juga mulai menarik perhatian generasi muda. Banyak anak muda kini melihat sektor kopi sebagai peluang usaha yang menjanjikan, terutama setelah permintaan pasar terus meningkat.

Sebagian mulai terlibat dalam pengolahan kopi, pemasaran digital, hingga pengembangan produk turunan seperti kopi kemasan dan kedai kopi lokal. Kondisi ini menghadirkan perubahan baru di desa-desa penghasil kopi yang sebelumnya hanya bergantung pada penjualan hasil panen mentah.

Di sisi lain, sistem agroforestry yang diterapkan petani ikut menjaga keseimbangan lingkungan karena tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan pohon pelindung dan tanaman lainnya.

Pemerintah Dorong Jalur Ekspor Langsung dari Jambi

Seiring meningkatnya kualitas kopi Kerinci, pemerintah daerah mulai menaruh perhatian pada sektor distribusi dan logistik. Hingga saat ini, pengiriman komoditas unggulan Jambi masih menggunakan Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara.

Padahal, pemerintah menilai penggunaan pelabuhan di wilayah Jambi dapat mempercepat distribusi sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu, jalur ekspor langsung juga berpotensi menekan biaya pengiriman bagi pelaku usaha.

Ariansyah menegaskan harapan tersebut dalam pelepasan ekspor kopi Kerinci.

“Kedepannya kita harapkan mereka melakukan ekspor lewat pelabuhan Jambi sehingga dapat menambah PAD,” tambahnya.

Baca Juga :  Kelas Menengah Indonesia Makin Terhimpit, Daya Beli Melemah dan Ancaman Perlambatan Ekonomi Menguat

Dorongan ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi kopi, tetapi juga mulai membangun rantai perdagangan yang lebih mandiri.

Akhirnya, 20 Ton Kopi Kerinci Melaju ke Tiongkok

Puncak dari seluruh proses tersebut akhirnya terlihat saat petani Koperasi Agro Forestry Desa Lempur berhasil mengirimkan 20 ton kopi Fine Robusta ke Tiongkok. Pelepasan ekspor ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Bank Indonesia Wilayah Jambi, serta Perhutanan Sosial.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kopi robusta asal Kerinci mampu bersaing di pasar internasional. Selain itu, pencapaian ini membuka peluang baru bagi komoditas unggulan Jambi untuk menembus pasar global yang lebih luas di masa mendatang.

FAQ

1. Berapa jumlah kopi Kerinci yang diekspor ke Tiongkok?

Sebanyak 20 ton kopi Fine Robusta berhasil dikirim ke pasar Tiongkok.

2. Dari daerah mana kopi tersebut berasal?

Kopi berasal dari Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

3. Siapa yang mendampingi petani kopi Kerinci?

Bank Indonesia Wilayah Jambi bersama pemerintah daerah dan Perhutanan Sosial ikut mendampingi petani.

4. Mengapa kopi Kerinci mulai diminati pasar luar negeri?

Karena kopi Kerinci memiliki cita rasa khas, kualitas premium, dan proses budidaya yang semakin baik.

5. Mengapa pemerintah mendorong ekspor lewat Pelabuhan Jambi?

Karena jalur ekspor langsung dapat mempercepat distribusi dan meningkatkan pendapatan daerah.

6. Apa dampak ekspor ini bagi masyarakat Kerinci?

Ekspor membuka peluang ekonomi baru bagi petani, koperasi, dan generasi muda di sektor kopi.

Penulis : Al Amsori

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru