Sungai Penuh – Depati Tujuh Coffee menarik minat wisatawan saat musim libur panjang, termasuk libur Imlek. Selain itu, kawasan ini menghadirkan pengalaman menikmati kopi langsung di area perkebunan dengan latar panorama pegunungan.
Pengelola menggabungkan wisata alam, edukasi kopi, dan budaya tradisional dalam satu konsep. Konsep tersebut memberi kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati alam sekaligus mengenal budaya kopi. Lokasi wisata ini berada di ketinggian sekitar 1.453 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut membuat pengunjung merasakan udara sejuk khas pegunungan.
Tawarkan Sensasi Ngopi Langsung dari Kebun
Pengunjung dapat menikmati kopi langsung dari sumbernya. Pengelola menyediakan area santai di atas perbukitan. Suasana alami ini menarik wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas harian.
Selain itu, kawasan ini menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan alam, budaya, dan edukasi kopi dalam satu lokasi.
Usung Konsep Budaya Kopi Tradisional Kerinci
General Manager, Fajrul Izmi, menjelaskan bahwa pengelola menonjolkan budaya Kerinci dalam konsep wisata. Pengunjung dapat melihat miniatur alat pertanian, rumah adat, area kemping, hingga alat tradisional untuk menumbuk kopi.
Pengelola mulai mengembangkan destinasi wisata ini sejak April 2019. Pemilik mendapat ide pengembangan dari hobinya setelah berkunjung ke kawasan perkebunan kopi di Takengon. Setelah itu, pengelola melihat potensi kopi arabika Kerinci. Pengelola kemudian mengembangkan wisata kopi secara bertahap.
Lokasi Dekat Kawasan Konservasi Alam
Kawasan wisata ini berada tidak jauh dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Wisatawan dapat menempuh jarak sekitar 15 kilometer atau 30–40 menit perjalanan dari pusat kota.
Lokasi yang berbatasan dengan kawasan hutan memberi pemandangan alami serta udara segar bagi wisatawan.
Sarana Edukasi, Konservasi, dan Wisata Keluarga
Pengelola memanfaatkan kawasan wisata ini sebagai tempat edukasi kopi dan konservasi lingkungan. Banyak pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati alam sekaligus mempelajari proses pengolahan kopi tradisional.
Dorong Peningkatan Akses Infrastruktur
Ke depan, pengelola berharap pemerintah daerah meningkatkan akses jalan menuju lokasi wisata. Perbaikan akses tersebut akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora