Depati Tujuh Coffee Jadi Primadona Wisata di Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Sungai Penuh – Depati Tujuh Coffee menarik minat wisatawan saat musim libur panjang, termasuk libur Imlek. Selain itu, kawasan ini menghadirkan pengalaman menikmati kopi langsung di area perkebunan dengan latar panorama pegunungan.

Pengelola menggabungkan wisata alam, edukasi kopi, dan budaya tradisional dalam satu konsep. Konsep tersebut memberi kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati alam sekaligus mengenal budaya kopi. Lokasi wisata ini berada di ketinggian sekitar 1.453 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut membuat pengunjung merasakan udara sejuk khas pegunungan.

Tawarkan Sensasi Ngopi Langsung dari Kebun

Pengunjung dapat menikmati kopi langsung dari sumbernya. Pengelola menyediakan area santai di atas perbukitan. Suasana alami ini menarik wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas harian.
Selain itu, kawasan ini menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan alam, budaya, dan edukasi kopi dalam satu lokasi.

Usung Konsep Budaya Kopi Tradisional Kerinci

General Manager, Fajrul Izmi, menjelaskan bahwa pengelola menonjolkan budaya Kerinci dalam konsep wisata. Pengunjung dapat melihat miniatur alat pertanian, rumah adat, area kemping, hingga alat tradisional untuk menumbuk kopi.
Pengelola mulai mengembangkan destinasi wisata ini sejak April 2019. Pemilik mendapat ide pengembangan dari hobinya setelah berkunjung ke kawasan perkebunan kopi di Takengon. Setelah itu, pengelola melihat potensi kopi arabika Kerinci. Pengelola kemudian mengembangkan wisata kopi secara bertahap.

Lokasi Dekat Kawasan Konservasi Alam

Kawasan wisata ini berada tidak jauh dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Wisatawan dapat menempuh jarak sekitar 15 kilometer atau 30–40 menit perjalanan dari pusat kota.
Lokasi yang berbatasan dengan kawasan hutan memberi pemandangan alami serta udara segar bagi wisatawan.

Sarana Edukasi, Konservasi, dan Wisata Keluarga

Pengelola memanfaatkan kawasan wisata ini sebagai tempat edukasi kopi dan konservasi lingkungan. Banyak pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati alam sekaligus mempelajari proses pengolahan kopi tradisional.

Dorong Peningkatan Akses Infrastruktur

Ke depan, pengelola berharap pemerintah daerah meningkatkan akses jalan menuju lokasi wisata. Perbaikan akses tersebut akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Baca Juga :  TNKS Buka Kembali Jalur Pendakian Gunung Kerinci

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Sungai Penuh Bidik Jalur Cepat, Ini Dampaknya
3S Sungai Penuh Panen Penghargaan, Gerakan Sederhana Berbuah Dampak Nyata
Sungai Penuh Borong Penghargaan Nasional: HKI Lagu Daerah hingga Stunting
Sekda Sungai Penuh Soroti Tata Kelola Pasar Tanjung Bajure, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan
Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK
Polisi Selidiki Dugaan Pencurian di Toko Kelontong Sungai Penuh, Uang Tunai Dilaporkan Hilang
Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penghubung Ekonomi Desa, DPRD Sungai Penuh Soroti Integrasi Usaha Warga
Koperasi Merah Putih Mulai Dijalankan di Sungai Penuh, Pemerintah Dorong Usaha Desa Lebih Produktif
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:00 WIB

Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Sungai Penuh Bidik Jalur Cepat, Ini Dampaknya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

3S Sungai Penuh Panen Penghargaan, Gerakan Sederhana Berbuah Dampak Nyata

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:00 WIB

Sungai Penuh Borong Penghargaan Nasional: HKI Lagu Daerah hingga Stunting

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB

Sekda Sungai Penuh Soroti Tata Kelola Pasar Tanjung Bajure, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB