SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai menaruh perhatian besar pada kesiapan aparatur sipil negara menghadapi perubahan sistem kerja birokrasi yang semakin cepat dan berbasis digital. Fokus itu terlihat dalam kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) Tahun 2026 yang diikuti 195 peserta Latsar CPNS Formasi 2024 di lingkungan Pemkot Sungai Penuh.
Program tersebut tidak hanya berisi pembekalan administratif seperti pelatihan ASN pada umumnya. Pemerintah daerah mulai mengarahkan peserta untuk memahami tantangan pelayanan publik modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian menilai perubahan pola pelayanan publik membuat aparatur tidak bisa lagi bekerja secara konvensional. Menurutnya, masyarakat kini menginginkan pelayanan yang lebih cepat, terbuka, dan efisien.
“ASN harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memahami kebutuhan masyarakat yang terus berubah,” kata Alpian saat membuka kegiatan tersebut, Selasa (12/5).
ASN Tidak Cukup Hanya Paham Administrasi
Perubahan sistem birokrasi dalam beberapa tahun terakhir ikut mengubah standar kemampuan aparatur negara. ASN tidak lagi hanya dituntut memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, penguasaan teknologi, dan pola pikir inovatif.
Kondisi itu mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kemampuan teknis CPNS sejak awal masa pengabdian. Pemkot Sungai Penuh menilai pembinaan sejak tahap Latsar akan membantu membentuk budaya kerja yang lebih profesional.
Dalam kegiatan PKTBT, peserta mendapat penguatan terkait tugas pokok sesuai bidang kerja masing-masing. Pemerintah daerah juga mendorong peserta membangun karakter disiplin, integritas, dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.
Menurut Alpian, tantangan birokrasi ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, aparatur harus mampu bekerja cepat dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sistem kerja berbasis digital.
Pelayanan Publik Jadi Sorotan
Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Warga kini semakin kritis terhadap proses pelayanan administrasi yang lambat dan berbelit.
Pemkot Sungai Penuh melihat peningkatan kompetensi ASN sebagai salah satu langkah penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan di berbagai sektor pemerintahan.
Aparatur yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman teknologi dinilai lebih mampu memberikan pelayanan yang efektif. Pemerintah daerah juga berharap ASN muda dapat menghadirkan ide-ide baru untuk mempercepat transformasi birokrasi.
Selain itu, budaya kerja lama yang cenderung kaku mulai ditinggalkan. Pemerintah daerah ingin membangun sistem kerja yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada solusi.
“ASN harus memiliki semangat belajar dan kemampuan beradaptasi agar bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Alpian.
Generasi ASN Baru Diharapkan Lebih Inovatif
Kehadiran CPNS Formasi 2024 dinilai menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan energi baru dalam birokrasi. Pemkot Sungai Penuh berharap generasi ASN muda mampu membawa perubahan positif di lingkungan kerja pemerintahan.
Pemerintah daerah juga mulai menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik. Aparatur tidak hanya diminta menjalankan rutinitas kerja, tetapi juga harus mampu menciptakan terobosan yang mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
Dorongan itu muncul karena perkembangan teknologi terus mengubah pola kerja pemerintahan. Banyak pelayanan publik kini bergerak menuju sistem digital sehingga aparatur harus siap mengikuti perubahan tersebut.
Melalui penguatan kompetensi teknis, pemerintah daerah ingin memastikan ASN baru memiliki kesiapan menghadapi tantangan birokrasi modern sekaligus mampu bekerja secara profesional.
Penguatan Kompetensi Jadi Investasi Jangka Panjang
Pemkot Sungai Penuh memandang peningkatan kualitas ASN sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Aparatur yang kompeten akan berpengaruh langsung terhadap efektivitas program pemerintah dan kualitas pelayanan publik.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan kemampuan aparatur secara berkelanjutan, terutama bagi CPNS yang baru memasuki dunia birokrasi.
Dengan penguatan kompetensi sejak awal, Pemkot Sungai Penuh berharap para ASN muda mampu berkembang menjadi aparatur yang adaptif, inovatif, dan memiliki integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









