Cadangan BBM Indonesia Hanya 23 Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Indonesia saat ini menyimpan cadangan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup untuk sekitar 23 hari konsumsi. Pemerintah menegaskan kondisi ini bukan karena kekurangan pasokan, melainkan keterbatasan kapasitas penyimpanan energi di dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan stok BBM nasional tetap berada dalam batas aman yang ditetapkan pemerintah.

“Terkadang orang mengatakan kita harus menyimpan BBM untuk 60 hari. Namun, di mana kita akan menyimpannya? Kami sama sekali tidak memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup,” ujar Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Kapasitas Penyimpanan Jadi Batasan Utama

Bahlil menjelaskan bahwa standar cadangan nasional selama ini menyesuaikan dengan kemampuan infrastruktur penyimpanan yang tersedia. Saat ini, fasilitas penyimpanan BBM di Indonesia hanya mampu menampung sekitar 25 hari kebutuhan.

Baca Juga :  Jawa Dominasi, Luar Jawa Mulai Tumbuh

“Oleh karena itu, kapasitas penyimpanan kami terbatas maksimal sekitar 25 hari, sehingga pemerintah menetapkan standar cadangan nasional sekitar 20 hingga 23 hari. Saat ini kami berada di angka 23 hari, yang sudah melebihi batas minimum,” jelasnya.

Ketegangan Geopolitik Dorong Kewaspadaan

Selain itu, penjelasan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk Iran menutup Strait of Hormuz. Jalur pelayaran tersebut dilalui sekitar 20% pengiriman minyak mentah dunia melalui laut.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Tehran. Islamic Revolutionary Guard Corps memperingatkan kapal tanker agar tidak melintas di selat tersebut, sehingga risiko terhadap pasokan energi global bertambah.

Pemerintah Siapkan Fasilitas Penyimpanan Strategis

Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan strategis di pulau dekat Singapura untuk menambah kapasitas cadangan BBM nasional.

Baca Juga :  Filipina Darurat Energi, Marcos Siapkan Tambahan Pasokan Minyak

Fasilitas baru ini dapat menampung cadangan sekitar 30 hingga 40 hari. Dengan demikian, Pertamina bisa membeli minyak dalam jumlah besar dan mengurangi ketergantungan pada pasar spot.

Selain itu, fasilitas baru ini mengurangi ketergantungan Indonesia pada Singapura, yang saat ini memasok sekitar 60% impor BBM Indonesia.

Strategi Impor Energi Berubah

Bahlil menekankan keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi kerentanan strategis jika terjadi krisis geopolitik. “Ini adalah masalah geopolitik. Oleh karena itu, jika terjadi krisis atau konflik, cadangan minyak dan kapasitas penyimpanan kita hanya akan bertahan sekitar 21 hari,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah mengalihkan sebagian pembelian minyak mentah dan bensin dari Timur Tengah ke pemasok di Amerika Serikat dan Asia Tenggara. Langkah ini memperluas sumber pasokan dan menjaga stabilitas energi nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru