Antam Bagi Rp5 Triliun ke Pemegang Saham, Laba Melejit dan Pecahkan Rekor Perusahaan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memutuskan membagikan dividen jumbo kepada para pemegang saham setelah mencetak lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025. Keputusan itu menjadi bukti bahwa perusahaan tambang pelat merah tersebut mampu memanfaatkan tingginya permintaan komoditas sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Antam mengalokasikan lebih dari Rp5 triliun untuk dividen. Jumlah itu menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Selain memberikan imbal hasil kepada investor, langkah tersebut juga memperlihatkan kepercayaan diri manajemen terhadap kondisi keuangan perseroan.

Di sisi lain, Antam tetap menyiapkan dana untuk mendukung ekspansi bisnis. Perseroan mengalokasikan sebagian laba sebagai saldo laba ditahan guna memperkuat fondasi usaha dan mendukung berbagai proyek strategis pada masa mendatang.

RUPST Setujui Dividen Rp5,04 Triliun

Antam menetapkan pembagian dividen dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026.

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

“RUPST 2025 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5.046.183.520.224 atau 70% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk,” ujar Untung Budiharto dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/6/2026).

Antam mengambil dana tersebut dari laba bersih yang mencapai sekitar Rp7,9 triliun sepanjang 2025.

Antam Sisihkan Sebagian Laba untuk Ekspansi

Selain membagikan dividen, Antam mengalokasikan sekitar 30 persen laba bersih atau sekitar Rp2,1 triliun sebagai saldo laba ditahan.

Baca Juga :  Strategi Branding Baru UMKM: Merek Kolektif Dorong Nilai Produk Desa Naik Kelas

Manajemen akan menggunakan dana tersebut untuk memperkuat fundamental bisnis, memperluas pengembangan usaha, dan mendukung pelaksanaan sejumlah proyek strategis.

Dengan langkah itu, Antam menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang. Selain itu, perseroan juga memperoleh ruang yang lebih luas untuk menangkap peluang bisnis baru di sektor pertambangan.

Tidak hanya itu, cadangan dana yang memadai juga membantu perusahaan menghadapi dinamika pasar sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha.

Pendapatan Melonjak 22 Persen

Kinerja keuangan yang kuat menjadi dasar utama keputusan pembagian dividen tersebut.

Sepanjang 2025, Antam membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun. Angka itu tumbuh sekitar 22 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan pendapatan tersebut menunjukkan aktivitas bisnis yang semakin kuat di berbagai segmen usaha. Selain itu, perusahaan juga mampu menjaga efisiensi operasional sambil memanfaatkan peluang dari tingginya permintaan komoditas.

Selanjutnya, pertumbuhan pendapatan yang solid ikut mendorong lonjakan laba bersih yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan penjualan.

Laba Bersih Tumbuh 106 Persen dan Cetak Rekor

Antam mencatat laba bersih sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Angka tersebut melonjak 106 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Menurut Untung Budiharto, pertumbuhan laba tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis sepanjang tahun.

“Perseroan juga mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp 7,92 triliun, tumbuh signifikan sebesar 106% dibandingkan capaian tahun 2024,” katanya.

Lebih lanjut, Antam mencetak rekor laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pencapaian itu memberi ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk memperkuat bisnis sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Baca Juga :  Tren IPO Lesu, Backdoor Listing Jadi Jalan Pintas Emiten Masuk Bursa

Karena itu, manajemen berupaya mempertahankan tren positif tersebut melalui penguatan operasional, optimalisasi portofolio bisnis, serta pengembangan proyek yang memiliki nilai tambah tinggi.

Prospek Antam Setelah Tebar Dividen

Pembagian dividen jumbo menunjukkan kondisi keuangan Antam yang solid. Sementara itu, alokasi laba ditahan mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh.

Kombinasi kedua strategi tersebut dapat memperkuat posisi Antam di industri pertambangan nasional. Selain menjaga pertumbuhan berkelanjutan, perseroan juga berpeluang meningkatkan daya saing di pasar global.

Dengan rekor pendapatan dan laba yang berhasil diraih sepanjang 2025, Antam memasuki 2026 dengan fondasi bisnis yang semakin kuat dan prospek yang tetap menjanjikan.

FAQ

Berapa dividen yang dibagikan Antam pada tahun buku 2025?

Antam membagikan dividen sebesar Rp5,046 triliun atau 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Berapa laba bersih Antam sepanjang 2025?

Antam mencatat laba bersih sebesar Rp7,92 triliun.

Berapa pendapatan Antam pada 2025?

Antam membukukan pendapatan Rp84,64 triliun atau naik sekitar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk apa Antam menggunakan laba ditahan?

Antam akan menggunakan sekitar Rp2,1 triliun laba ditahan untuk pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, dan pendanaan proyek strategis.

Apa yang membuat kinerja Antam istimewa?

Antam mencetak laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dengan pertumbuhan mencapai 106 persen dibandingkan tahun 2024.(Tim)

Berita Terkait

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Saat Dunia Menutup Keran Ekspor, Zulhas Pastikan Stok Pangan RI Surplus dan Siap Hadapi Krisis Global
Smelter Baru AMMAN Siap Olah 900 Ribu Ton Konsentrat Jadi Produk Bernilai Tinggi
PGEO Masih Kantongi Dana IPO Rp2,84 Triliun, Pertamina Geothermal Siapkan Amunisi Besar untuk Ekspansi hingga 2030
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Berita Terbaru