Amran Ancam Cabut Izin Distributor Nakal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan menindak produsen dan distributor yang memainkan harga pangan sepanjang Ramadan 2026. Langkah ini muncul setelah harga minyak goreng, daging ayam ras, dan daging sapi melonjak akibat manipulasi harga, bukan faktor produksi.

Selain itu, Amran memastikan pemerintah sudah memenuhi kebutuhan produksi dan izin impor. “Seluruh rekomendasi impor sapi 600.000 ekor sejak Desember sudah keluar, begitu juga daging 280.000 ton. Jadi Kementerian Pertanian tidak punya alasan lagi,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Bapanas, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Oleh karena itu, Amran memerintahkan Satgas, Ditreskrimsus, Kasat Reskrim, dan Polres di seluruh Indonesia menindak pelaku usaha yang bermain harga. “Segel saja bila perlu. Nggak boleh beri ampun. Ini menyusahkan kita di bulan suci Ramadan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bapanas Temukan MinyaKita Dijual di Atas HET di Jambi

Selain sanksi administratif, pemerintah menempuh proses hukum jika pelaku sengaja menaikkan harga. Amran menegaskan, pelaku bisa diproses pidana dan perdata. Lebih jauh, produsen atau importir yang menaikkan harga secara tidak wajar berisiko kehilangan izin usaha dan dilarang melakukan impor.

Sementara itu, data menunjukkan Minyakita rata-rata nasional pada pekan keempat Februari 2026 mencapai Rp16.716 per liter, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, meski turun 3,63% dari Januari. Dari 498 kabupaten/kota yang diamati, 275 mencatat harga di atas HET.

Baca Juga :  IHSG Terjun Bebas! Indeks Ditutup di Level 7.137

Demikian pula, harga daging ayam ras rata-rata nasional mencapai Rp41.013 per kilogram, naik 2,21% dibanding Januari. Sebanyak 209 kabupaten/kota mencatat kenaikan harga hingga pekan keempat Februari, dengan harga tertinggi di Kabupaten Intan Jaya Rp100.000 per kilogram, diikuti Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Arfak masing-masing Rp80.000 per kilogram.

Dengan demikian, pemerintah menegaskan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi pangan. Amran menekankan tujuan utamanya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama Ramadan agar masyarakat tidak dirugikan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Berita Terbaru