JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan Jumat (13/3). IHSG turun 224,91 poin atau 3,05 persen ke level 7.137,21.
Pada awal perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona merah. Pasar membuka indeks pada level 7.338,82. Setelah itu, IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.350,28.
Namun demikian, tekanan jual terus meningkat sepanjang sesi perdagangan. Kondisi ini mendorong IHSG turun hingga level 7.132,21. Pada akhir perdagangan, IHSG berhenti di posisi 7.137,21.
Sementara itu, pelemahan ini menjauhkan IHSG dari posisi penutupan sebelumnya di level 7.362,12.
Selain itu, posisi indeks masih cukup jauh dari rekor tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang mencapai level 9.174,47.
Di sisi lain, data pasar menunjukkan level terendah dalam 52 minggu terakhir berada di angka 5.882,60.
Selanjutnya, pelaku pasar mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakan pasar saham.
Pada saat yang sama, tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut menekan pergerakan IHSG.
Meski demikian, investor tetap memantau peluang pergerakan pasar pada perdagangan berikutnya. Investor juga memperhatikan perkembangan ekonomi global serta arus dana yang masuk ke pasar saham Indonesia.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









