Alwi Shihab Kritik Pernyataan Netanyahu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab, menolak pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menegaskan penolakannya terhadap solusi dua negara dengan Palestina. Menurut Alwi, pernyataan Netanyahu tidak layak dijadikan acuan dalam upaya perdamaian. Ia menyampaikan hal ini usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026) malam.

“Netanyahu tidak perlu didengarkan ketika menolak two-state solution,” tegas Alwi.

Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Palestina

Selain itu, Prabowo menjelaskan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace, lembaga yang dibentuk di bawah inisiatif Presiden AS Donald Trump. Menurut Alwi, Presiden menekankan komitmen Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina melalui prinsip two-state solution.

Baca Juga :  LCGC Bekas Tetap Jadi Primadona Pasar

“Intinya, Indonesia tetap berpegang pada perjuangan Palestina dan mendukung pembentukan dua negara. Ini bagi kami bukan tawar-menawar, tapi harga mati,” kata Alwi.

Indonesia Siap Keluar Jika Board of Peace Tidak Sejalan

Lebih jauh, Alwi menambahkan bahwa Prabowo menegaskan Indonesia akan keluar dari Board of Peace jika lembaga itu menyimpang dari kepentingan Palestina.

Baca Juga :  CPNS 2026 Diprediksi Dibuka Juni–Agustus, Ini Bocoran Jadwal dan Formasi ASN

“Presiden mengatakan, jika Dewan Perdamaian tidak lagi sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia, kita bisa menghentikan keikutsertaan dengan mudah,” jelas Alwi.

Langkah Diplomasi Sebagai Pijakan Perdamaian

Selain itu, mantan Menlu menilai Indonesia menjalankan langkah diplomasi yang menjadi pijakan awal positif bagi terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina.

“Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian menunjukkan komitmen nyata untuk membela Palestina dan memastikan hak-hak mereka diperjuangkan,” pungkas Alwi.

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni
KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan
Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting
UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot
Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global
Bupati di Sumsel Terjaring OTT KPK, Kantor Disegel dan Aktivitas Lumpuh
Sony Sanjaya Klaim Tertekan di Kasus MBG, Singgung Nama Besar dan Siap Ungkap Fakta
Istana Lakukan Perombakan Sore Ini: Pimpinan Baru BGN Dilantik, Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:36 WIB

KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting

Senin, 8 Juni 2026 - 22:00 WIB

UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global

Berita Terbaru

Oplus_0

Merangin

Kepala Sekolah Guru PPPK di Merangin Tuai Polemik

Rabu, 10 Jun 2026 - 08:27 WIB