JAKARTA – Sejumlah influencer finansial (finfluencer) memegang saham lebih dari 1% di beberapa perusahaan tercatat. Misalnya, Belvin Tannadi, Andry Hakim, dan Bekti Sutikna masuk daftar pemegang saham yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026.
Belvin Tannadi memegang 46,91 juta saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) atau 5,88%. Dengan jumlah ini, ia termasuk pemegang saham utama JAYA. Selain itu, PT Prima Globalindo menguasai 365,59 juta saham (45,79%), Darmawan Suryadi SM 167,65 juta saham (21%), dan Jap Astrid Patricia 58,13 juta saham (7,27%). Masyarakat non-warkat memegang 207,12 juta saham atau 25,94%.
Andry Hakim memegang 228 juta saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) atau 5,02%. Selain itu, Andry memegang saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS). Di RMKO, ia memiliki 30 juta saham (2,4%) senilai Rp21,75 miliar. Di SOTS, Andry menggenggam 39,6 juta saham (3,96%) senilai Rp36 miliar.
Bekti Sutikna memegang 13.632.700 saham PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) atau 1,09% dari total saham IndoSterling Group. Dengan langkah ini, finfluencer ikut memengaruhi keputusan perusahaan dan strategi investasi.
Secara keseluruhan, finfluencer mulai aktif menjadi pemangku kepentingan perusahaan. Tren ini menunjukkan bahwa pembuat konten finansial memperluas peran mereka dari edukasi menjadi investor langsung.
Selain itu, kepemilikan saham mereka mendorong keterlibatan masyarakat dalam pasar modal melalui edukasi dan rekomendasi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









