Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh, Kajari: Kami Masih Menunggu LHP BPK

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh terus melanjutkan penyidikan dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sungai Penuh. Hingga awal Juli 2026, penyidik belum memasuki tahap berikutnya karena masih menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) audit penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi.

Hasil audit tersebut menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Setelah menerima LHP, Kejari akan menggelar perkara dan menentukan pihak yang harus bertanggung jawab atas dugaan korupsi dalam kegiatan anggaran 2023 hingga 2024.

Di sisi lain, masyarakat terus memantau perkembangan kasus tersebut. Sejak penyidik menggeledah Kantor Damkar Kota Sungai Penuh pada Maret 2026, warga menunggu kepastian hukum sekaligus berharap Kejari segera menuntaskan penyidikan.

Baca Juga :  Aparat Gempur Tambang Emas Ilegal di TNKS, 37 Tenda dan 7 Mesin Robin Musnah

Masyarakat Minta Kejari Percepat Penyidikan

Salah seorang warga, Fahmi, menyatakan masyarakat masih menaruh harapan besar kepada Kejari Sungai Penuh. Menurutnya, penyidik perlu menyelesaikan perkara secara tuntas dan menyampaikan perkembangan penyidikan kepada publik secara berkala.

“Kami mengapresiasi kerja keras penyidik Kejari Sungai Penuh dalam mengungkap dugaan korupsi di lingkungan Damkar. Namun masyarakat juga berharap perkembangan kasus ini segera disampaikan secara terbuka,” ujarnya.

Fahmi juga mengatakan penyidik telah mengamankan berbagai dokumen saat menggeledah Kantor Damkar. Selain itu, penyidik memeriksa sejumlah pihak, mulai dari pengelola rumah makan hingga pihak bengkel yang diduga berkaitan dengan dokumen tersebut.

Baca Juga :  Bukit Khayangan Makin Tak Terurus, Warga Pertanyakan Nasib Ikon Wisata Kebanggaan Sungai Penuh

Kejari Menunggu Audit BPK

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungai Penuh, Robi Harianto, mengatakan tim penyidik terus menjalankan penyidikan. Saat ini, tim memusatkan perhatian pada proses audit penghitungan kerugian negara yang dilakukan BPK Perwakilan Provinsi Jambi.

“Saat ini kami masih menunggu LHP audit penghitungan kerugian negara dari BPK Perwakilan Provinsi Jambi. Audit tersebut diperlukan untuk memastikan besaran kerugian keuangan negara,” kata Robi kepada wartawan di RSUD Bakrie Sungai Penuh, Selasa, 7 Juli 2026.

Berita Terkait

Siap-siap Cek Rekening, BAKEUDA Targetkan Gaji ke-13 ASN Sungai Penuh Cair Pekan Ini
MINKER-JS Gelar Sunatan Massal ke-13 di Sungai Penuh, Wako Alfin Soroti Besarnya Manfaat bagi Warga
Siapa Pengganti Dahkir Yahya di DPRD Sungai Penuh? PAW NasDem Bergulir di DPW
Delapan Kursi Kepala OPD Sungai Penuh Masih Kosong, Ini Penyebab Lelang Jabatan Belum Dimulai
BAZNAS Kota Sungai Penuh Punya Nahkoda Baru, Siapa Saja yang Terpilih?
Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?
Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:17 WIB

Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh, Kajari: Kami Masih Menunggu LHP BPK

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:00 WIB

MINKER-JS Gelar Sunatan Massal ke-13 di Sungai Penuh, Wako Alfin Soroti Besarnya Manfaat bagi Warga

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Siapa Pengganti Dahkir Yahya di DPRD Sungai Penuh? PAW NasDem Bergulir di DPW

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:04 WIB

Delapan Kursi Kepala OPD Sungai Penuh Masih Kosong, Ini Penyebab Lelang Jabatan Belum Dimulai

Senin, 6 Juli 2026 - 21:07 WIB

BAZNAS Kota Sungai Penuh Punya Nahkoda Baru, Siapa Saja yang Terpilih?

Berita Terbaru