Kasus Makan Minum Damkar Sungai Penuh Naik Penyidikan 

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penuh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh menaikkan status kasus dugaan penyalahgunaan anggaran operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sungai Penuh ke tahap penyidikan. Kasus ini terkait penggunaan anggaran tahun 2022 hingga 2024. Dengan langkah ini, Kejari memasuki fase proses hukum yang lebih serius.

 

Tim Penyidik Mulai Mengumpulkan Data Sejak 2025

 

Kepala Kejari Sungai Penuh, Robi Harianto, SH, MH, menyampaikan kabar ini dalam konferensi pers. Ia didampingi Kepala Seksi Intelijen Moehargung, SH, dan Kepala Seksi Pidana Khusus Yogi Purnomo, SH, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga :  Golkar Siap Umumkan Pengganti Sari Yuliati

Menurut Yogi Purnomo, tim penyidik mengumpulkan data sejak 2025. Dari hasil penyelidikan awal, tim menemukan dugaan pelanggaran hukum dalam pengelolaan anggaran operasional Damkar.

 

“Kami menemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum terkait pengelolaan anggaran. Oleh karena itu, kami tingkatkan kasus ini ke penyidikan,” jelas Yogi. Langkah ini membantu Kejari menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab.

 

Dugaan Kerugian Negara dan SPJ Fiktif

 

Yogi menambahkan, dugaan penyimpangan ini mungkin menimbulkan kerugian keuangan negara. Pada tahap penyidikan, penyidik akan menelusuri siapa yang bertanggung jawab.

Selain itu, Yogi menyebut tim memeriksa berbagai komponen anggaran, termasuk belanja makan dan minum. Lebih jauh, tim menemukan indikasi laporan pertanggungjawaban (SPJ) yang fiktif.

Baca Juga :  UPTD PPA Dampingi Korban Penganiayaan Anak di Sungai Penuh

 

Kejari Tegaskan Penanganan Kasus Profesional dan Transparan

 

Kepala Kejari Sungai Penuh, Robi Harianto, menegaskan bahwa tim akan terus menindaklanjuti kasus ini hingga pihak yang bertanggung jawab jelas.

 

“Indikasi pelanggaran sudah ada. Sekarang, penyidik menelusuri pihak mana yang harus dimintai pertanggungjawaban,” ujar Robi.

 

Dengan demikian, Kejari Sungai Penuh menegaskan mereka menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.hb

Berita Terkait

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Sistem Buka Tutup
Longsor Sako, Jalur Sungai Penuh–Tapan Lumpuh Total
Hadiri Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Hardizal
Kepala SDN 064 Koto Tuo Mundur Usai Wali Murid Segel Sekolah, Disdik Siapkan Plt
Wako Alfin Salurkan Sembako untuk Warga, Pemuda Berprestasi Ikut Dapat Apresiasi
MUSDA VIII Pramuka Bengkulu Bahas Masa Depan Generasi Muda, Herwan Antoni Tekankan Karakter
Wako Alfin Tegaskan Efisiensi Bukan Alasan Malas, ASN Sungai Penuh Diminta Buktikan Kinerja
Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Sistem Buka Tutup

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Longsor Sako, Jalur Sungai Penuh–Tapan Lumpuh Total

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Hadiri Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Hardizal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Kepala SDN 064 Koto Tuo Mundur Usai Wali Murid Segel Sekolah, Disdik Siapkan Plt

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:19 WIB

MUSDA VIII Pramuka Bengkulu Bahas Masa Depan Generasi Muda, Herwan Antoni Tekankan Karakter

Berita Terbaru

Oplus_0

Dharmasraya

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Kamis, 29 Okt 2026 - 06:56 WIB

Sungai Penuh

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Sistem Buka Tutup

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:57 WIB

Oplus_0

Sungai Penuh

Longsor Sako, Jalur Sungai Penuh–Tapan Lumpuh Total

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:27 WIB