JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah dolar Amerika Serikat (AS) sempat menembus level Rp18.000 pada perdagangan hari ini, Rabu, 8 Juli 2026. Pergerakan tersebut memicu berbagai pertanyaan mengenai kondisi pasar keuangan nasional.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak mengulas panjang pelemahan rupiah. Ia langsung mengarahkan pertanyaan mengenai pergerakan kurs kepada Bank Indonesia (BI) yang memegang otoritas kebijakan moneter.
Di sisi lain, pelaku pasar terus mencermati arah pergerakan dolar AS terhadap mata uang dunia. Penguatan dolar sepanjang perdagangan ikut menekan posisi rupiah hingga menyentuh level psikologis Rp18.000.
Purbaya Arahkan Pertanyaan kepada Bank Indonesia
Purbaya menyampaikan tanggapan singkat saat wartawan menemuinya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
“Oh itu tanyakan ke bank sentral kita lah. Saya pikir bank sentral ngerti lah,” ujar Purbaya.
Melalui pernyataan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk menjelaskan perkembangan nilai tukar rupiah sekaligus langkah-langkah yang diambil guna menjaga stabilitas kurs.
Dolar AS Menembus Level Psikologis
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS naik sekitar 0,14 persen terhadap rupiah hingga menyentuh Rp18.005 pada pukul 11.32 WIB.
Sebelumnya, sejak pembukaan perdagangan pagi, dolar AS sudah bergerak menguat. Pada sekitar pukul 09.00 WIB, mata uang AS berada di level Rp17.990 atau naik sekitar 0,06 persen.
Kemudian, pasar menutup perdagangan Selasa (7/7/2026) dengan posisi dolar AS di level Rp17.995 terhadap rupiah.
Penguatan Dolar Terjadi di Berbagai Mata Uang
Tidak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Misalnya, dolar AS naik sekitar 0,02 persen terhadap euro (EUR). Setelah itu, dolar AS juga bertambah sekitar 0,17 persen terhadap yen Jepang (JPY).
Selanjutnya, dolar AS menguat sekitar 0,19 persen terhadap dolar Australia (AUD). Mata uang AS juga naik sekitar 0,01 persen terhadap franc Swiss (CHF).
Meski demikian, dolar AS tidak menguat terhadap semua mata uang. Hingga perdagangan siang, dolar AS justru melemah sekitar 0,03 persen terhadap poundsterling Inggris (GBP). Selain itu, dolar AS juga turun sekitar 0,04 persen terhadap dolar Kanada (CAD).
Pasar Menanti Respons Bank Indonesia
Kini, pelaku pasar menunggu penjelasan sekaligus langkah Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, investor juga terus memantau perkembangan ekonomi global yang memengaruhi permintaan terhadap dolar AS dan arus modal internasional.
Pergerakan kurs dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih bergantung pada sentimen global serta respons kebijakan dari otoritas moneter Indonesia.
FAQ
Mengapa rupiah melemah hingga menyentuh Rp18.000?
Rupiah mendapat tekanan karena dolar AS menguat di pasar valuta asing, sementara pelaku pasar terus merespons berbagai perkembangan ekonomi global.
Apa tanggapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa?
Purbaya meminta wartawan dan publik mengajukan pertanyaan mengenai pelemahan rupiah kepada Bank Indonesia sebagai bank sentral.
Berapa kurs tertinggi dolar AS pada perdagangan Rabu, 8 Juli 2026?
Data Bloomberg mencatat dolar AS sempat mencapai Rp18.005 per dolar pada pukul 11.32 WIB.
Siapa yang menjaga stabilitas nilai tukar rupiah?
Bank Indonesia menjalankan tugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter.
Apa yang kini menjadi perhatian pelaku pasar?
Pelaku pasar menunggu langkah Bank Indonesia sekaligus mencermati perkembangan ekonomi global yang memengaruhi pergerakan dolar AS dan rupiah.(Tim)









