Surplus Ayam dan Telur RI Makin Besar, Pemerintah Kejar Pasar Arab Saudi dan China untuk Dongkrak Ekspor

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah terus memperluas pasar ekspor komoditas peternakan seiring meningkatnya produksi daging ayam dan telur nasional. Produksi yang melampaui kebutuhan dalam negeri membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penjualan ke pasar internasional. Karena itu, pemerintah kini mengarahkan perhatian ke Arab Saudi dan China sebagai tujuan ekspor berikutnya.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Saat ini, produksi ayam dan telur bahkan sudah mencatat surplus. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperluas pasar ekspor agar peternak memperoleh pasar baru sekaligus menjaga keseimbangan pasokan di dalam negeri.

Menurut Sudaryono, Indonesia telah mengekspor komoditas unggas ke 11 negara. Selanjutnya, pemerintah akan menambah negara tujuan ekspor agar volume penjualan terus meningkat.

“Kita sudah berada pada posisi surplus untuk komoditas daging ayam dan telur. Karena itu, ekspor akan terus kita tingkatkan,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Arab Saudi Jadi Target Utama

Saat ini, Kementerian Pertanian menjajaki peluang ekspor ke Arab Saudi. Pemerintah menilai negara tersebut memiliki kebutuhan pangan yang besar, terutama untuk memenuhi konsumsi jutaan jemaah haji dan umrah, termasuk jemaah asal Indonesia.

Selain itu, pemerintah melihat Arab Saudi sebagai pasar yang menjanjikan bagi produk unggas nasional. Jika kedua negara mencapai kesepakatan dagang, Indonesia dapat meningkatkan volume ekspor ayam dan telur secara signifikan.

Di sisi lain, pemerintah juga ingin menjaga harga ayam dan telur di tingkat peternak. Dengan memperluas pasar ekspor, pemerintah berharap permintaan meningkat sehingga harga tetap stabil meski produksi terus bertambah.

Baca Juga :  Kemensos Gandeng GoTo, Teknologi Wajah Jadi Senjata Baru Agar Bansos Tak Salah Sasaran

China Minati Ceker Ayam Indonesia

Selain Arab Saudi, pemerintah juga mengincar pasar China. Negara tersebut memiliki permintaan tinggi terhadap ceker ayam sehingga komoditas ini berpotensi menjadi produk ekspor unggulan Indonesia.

Sudaryono menjelaskan masyarakat China mengonsumsi ceker ayam dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Indonesia memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut melalui ekspor yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, pemerintah optimistis produk unggas Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Produksi nasional terus meningkat, sementara kualitas produk juga semakin baik sehingga daya saing ikut bertambah.

Diplomasi Presiden Buka Peluang Ekspor

Pemerintah juga mengandalkan diplomasi ekonomi untuk membuka akses pasar baru. Dalam setiap kunjungan luar negeri, Presiden Prabowo Subianto selalu membawa agenda kerja sama perdagangan dengan berbagai negara.

Selain menawarkan komoditas peternakan, pemerintah juga mempromosikan sarang burung walet, durian, buah-buahan, hingga hasil perikanan. Dengan strategi tersebut, pemerintah ingin memperluas jaringan perdagangan sekaligus meningkatkan nilai ekspor nasional.

Kinerja Ekspor Unggas Terus Naik

Data Kementerian Pertanian mencatat ekspor produk unggas Indonesia pada Maret 2026 mencapai 545 ton dengan nilai sekitar Rp18,2 miliar.

Indonesia mengirim produk tersebut ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Telur konsumsi mendominasi ekspor dengan volume 517 ton atau sekitar 8,13 juta butir. Sementara itu, daging ayam dan berbagai produk olahan memberikan tambahan nilai ekspor.

Jika membandingkan data beberapa tahun terakhir, tren ekspor terus menunjukkan peningkatan. Pada 2024, Indonesia mengekspor sekitar 300 ton produk unggas dengan nilai sekitar Rp10–11 miliar. Kemudian, pada 2025 volume ekspor naik menjadi sekitar 400 ton dengan nilai Rp13–15 miliar.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 8 Mei 2026 Tembus Rekor, Antam Nyaris Rp3 Juta per Gram

Karena itu, pemerintah optimistis pembukaan pasar baru di Arab Saudi dan China akan mendorong pertumbuhan ekspor pada tahun-tahun berikutnya.

Produksi Nasional Masih Surplus

Produksi unggas nasional terus meningkat sehingga Indonesia memiliki pasokan yang lebih dari cukup.

Hingga Maret 2026, produksi daging ayam ras mencapai 4,29 juta ton, sedangkan konsumsi nasional berada di angka 4,12 juta ton.

Sementara itu, produksi telur ayam ras mencapai 6,54 juta ton, sedangkan konsumsi nasional sekitar 6,47 juta ton.

Data tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan ekspor tanpa mengurangi pasokan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperluas pasar internasional agar surplus produksi mampu meningkatkan pendapatan peternak sekaligus memperkuat sektor peternakan nasional.

FAQ

Apakah Indonesia sudah swasembada ayam dan telur?

Ya. Bahkan produksi ayam dan telur nasional sudah mencatat surplus sehingga pemerintah mendorong ekspor.

Mengapa pemerintah membidik Arab Saudi?

Arab Saudi memiliki kebutuhan pangan yang besar, terutama untuk melayani jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun.

Mengapa China menjadi pasar potensial?

China memiliki permintaan tinggi terhadap ceker ayam, sehingga komoditas tersebut memiliki peluang ekspor yang besar.

Berapa nilai ekspor unggas Indonesia pada Maret 2026?

Nilai ekspor mencapai sekitar Rp18,2 miliar dengan volume 545 ton.

Apa manfaat ekspor bagi peternak?

Ekspor membantu menyerap surplus produksi, menjaga kestabilan harga, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan peternak.(Tim)

Berita Terkait

Promo Shopee 6 Juli 2026 Mulai Pukul 20.00 WIB, Traktiran Rp7 dan Diskon Rp100 Ribu Siap Dinikmati
Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback
Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu
Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:12 WIB

Surplus Ayam dan Telur RI Makin Besar, Pemerintah Kejar Pasar Arab Saudi dan China untuk Dongkrak Ekspor

Senin, 6 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 6 Juli 2026 Mulai Pukul 20.00 WIB, Traktiran Rp7 dan Diskon Rp100 Ribu Siap Dinikmati

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru