Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat strategi investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan modal dalam jumlah besar sekaligus memastikan setiap investasi memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Target pertumbuhan ekonomi yang Presiden Prabowo Subianto canangkan menjadi salah satu agenda utama pembangunan nasional periode 2025-2029. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga memperbesar peran investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, arus investasi tetap menjadi indikator penting yang mencerminkan tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah terus mempercepat berbagai langkah untuk menjaga momentum investasi agar mampu menciptakan lapangan kerja dan menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemerintah Bidik Investasi Rp13.032 Triliun

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.032,87 triliun sepanjang periode 2025 hingga 2029.

Menurut Rosan, kebutuhan investasi tersebut muncul karena target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang Presiden Prabowo Subianto tetapkan.

“Presiden menargetkan pertumbuhan mencapai 8 persen. Karena itu, dana yang dibutuhkan pada periode 2025-2029 mencapai Rp13.032,87 triliun. Angka ini meningkat sekitar 143 persen dibandingkan realisasi investasi selama 10 tahun terakhir,” kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa kebutuhan investasi tersebut meningkat sangat signifikan dibandingkan capaian investasi selama satu dekade terakhir. Kenaikan hingga 143 persen menunjukkan besarnya tantangan yang harus pemerintah hadapi untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah

Pemerintah Prioritaskan Investasi Berkualitas

Namun, pemerintah tidak hanya mengejar nilai investasi yang besar. Sebaliknya, pemerintah juga memprioritaskan kualitas investasi agar mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Rosan menilai investasi berkualitas dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain membuka lapangan pekerjaan, investasi juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah dan memperkuat daya saing nasional.

“Strategi investasi kami tidak hanya mengejar besaran nominal. Kami juga menargetkan investasi berkualitas yang mampu mempercepat implementasi proyek dan memperkuat ekonomi daerah maupun nasional,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah terus mengarahkan investasi ke sektor-sektor strategis yang menghasilkan nilai tambah tinggi. Di samping memperkuat industri nasional, langkah tersebut juga mendukung program hilirisasi yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah.

Realisasi Investasi Awal 2026 Tunjukkan Tren Positif

Sementara itu, realisasi investasi pada awal 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Rosan menyampaikan bahwa investasi sepanjang triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun.

Nilai tersebut setara dengan 24,4 persen dari target investasi nasional tahun 2026 yang mencapai Rp2.041,3 triliun.

Selain itu, capaian tersebut menunjukkan bahwa investor masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap Indonesia meskipun kondisi geopolitik dan geoekonomi global terus berubah.

“Di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global, realisasi investasi triwulan I-2026 mencapai Rp498,8 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 7,2 persen dan telah mencapai 24,4 persen dari target investasi tahun 2026. Selain itu, investasi ini menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung atau meningkat 18,9 persen,” ujar Rosan.

Baca Juga :  Anindya Bakrie Ingatkan Dunia Usaha Waspada, Cash Flow Jadi Kunci Bertahan di Tekanan Global

Investasi Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi juga berperan penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Berdasarkan data BKPM, investasi pada triwulan pertama 2026 menciptakan sekitar 700 ribu pekerjaan langsung. Jumlah tersebut meningkat 18,9 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan itu menunjukkan bahwa investasi tidak sekadar menambah modal bagi perekonomian. Sebaliknya, investasi juga membuka peluang kerja yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, dan pengembangan sektor industri bernilai tambah tinggi. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap dapat menarik lebih banyak investor domestik maupun asing sehingga target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang.

FAQ

Berapa kebutuhan investasi Indonesia untuk periode 2025-2029?

Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp13.032,87 triliun untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Mengapa Indonesia membutuhkan investasi sebesar itu?

Pemerintah membutuhkan investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan mendukung berbagai program pembangunan nasional.

Berapa realisasi investasi pada triwulan I 2026?

Realisasi investasi mencapai Rp498,8 triliun atau sekitar 24,4 persen dari target investasi nasional tahun 2026.

Siapa yang menyampaikan data kebutuhan investasi tersebut?

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan data tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.

Berapa jumlah tenaga kerja yang terserap dari investasi triwulan I 2026?

Investasi pada triwulan pertama 2026 menciptakan sekitar 700 ribu lapangan kerja langsung.(Tim)

Berita Terkait

Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat
Harga Emas Pegadaian Belum Bergerak Hari Ini 17 Juni 2026, Antam dan UBS Bertahan di Level Ini
UEA Siapkan Investasi Baru untuk RI, Dari Ketahanan Pangan hingga Bandara Bali Jadi Fokus Utama
B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji Coba Lebih Baik dari B40
Koperasi Desa Merah Putih Bisa Bayar Pajak 0,5 Persen, Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi
Harga Emas Antam Tak Bergerak di Rp2,711 Juta per Gram, Momentum Beli atau Tunggu?
Indonesia Siapkan CNG 3 Kg Gantikan LPG, Hemat Subsidi hingga 40% dan Energi Lebih Mandiri
Pertamax Tembus Rp16.250, Pemerintah Kunci Akses Pertalite Lewat QR Code untuk Cegah Lonjakan Pengguna
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Belum Bergerak Hari Ini 17 Juni 2026, Antam dan UBS Bertahan di Level Ini

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:00 WIB

UEA Siapkan Investasi Baru untuk RI, Dari Ketahanan Pangan hingga Bandara Bali Jadi Fokus Utama

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029

Senin, 15 Juni 2026 - 22:19 WIB

B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji Coba Lebih Baik dari B40

Berita Terbaru