TikTok Masuk Industri Mobil, AI Jadi Senjata Utama Merek Baru Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Persaingan industri kendaraan listrik semakin bergeser dari sekadar adu teknologi baterai menuju perlombaan menghadirkan pengalaman digital yang lebih cerdas. Tren tersebut kini terlihat dari langkah terbaru Seres Group yang menggandeng Volcano Engine, platform kecerdasan buatan dan layanan cloud milik ByteDance, perusahaan teknologi yang dikenal sebagai induk TikTok.

Kolaborasi kedua perusahaan itu melahirkan entitas baru bernama Chongqing Saidou Technology, yang sebelumnya beroperasi dengan nama Landian Technology. Kehadiran perusahaan baru tersebut menandai perubahan strategi Seres dalam menghadapi pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif, terutama untuk menjangkau konsumen muda yang mengutamakan teknologi dan konektivitas.

Tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik, Saidou juga berupaya menawarkan pengalaman berkendara yang lebih personal melalui integrasi teknologi AI generatif di dalam kabin. Langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan otomotif mulai memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai nilai jual utama di luar performa kendaraan.

Suntikan Dana Triliunan Rupiah Perkuat Ekspansi

Sejumlah investor memberikan dukungan besar terhadap proyek baru ini. Saidou Technology memperoleh pendanaan senilai 6,67 miliar yuan atau sekitar Rp17,4 triliun. Pemerintah daerah dan produsen baterai raksasa CATL ikut berpartisipasi dalam pendanaan tersebut.

Seres juga mengambil langkah strategis dengan melepas status sebagai pemegang saham mayoritas dalam perusahaan baru tersebut. Keputusan itu bertujuan memperbaiki struktur keuangan sekaligus mengurangi beban dari lini bisnis lama yang sebelumnya mengalami tekanan.

Pelaku industri menilai restrukturisasi tersebut membuka ruang bagi Seres untuk fokus mengembangkan bisnis kendaraan energi baru yang memiliki prospek pertumbuhan lebih besar.

Mobil Perdana Meluncur Tahun Ini

Sumber industri menyebutkan Saidou Technology akan memperkenalkan produk pertamanya pada tahun ini. Perusahaan memilih format crossover yang menggabungkan kenyamanan sedan dengan karakter tangguh SUV.

Saidou menyiapkan dua pilihan teknologi penggerak. Konsumen dapat memilih versi Battery Electric Vehicle (BEV) yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik atau versi Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin tambahan untuk memperpanjang jarak tempuh.

Baca Juga :  Denza B8 Siap Masuk Indonesia, SUV Hybrid Premium 578 PS dengan Jarak Tempuh 900 Km

Untuk mendukung produksi kendaraan baru tersebut, Seres saat ini melakukan renovasi menyeluruh terhadap fasilitas manufaktur Phoenix Factory. Perusahaan menargetkan pabrik itu menjadi basis produksi utama bagi lini kendaraan terbaru Saidou.

Andalkan AI ByteDance di Dalam Kabin

Jika merek Aito yang dikembangkan Seres bersama Huawei menitikberatkan pengembangan pada teknologi bantuan mengemudi, Saidou memilih jalur berbeda.

Perusahaan akan mengintegrasikan teknologi AI dari ByteDance untuk menciptakan sistem kokpit pintar yang lebih interaktif. Pengguna nantinya dapat berinteraksi dengan kendaraan melalui perintah suara berbasis Large Language Model (LLM) yang mampu memahami percakapan secara lebih alami.

Teknologi tersebut memungkinkan pengemudi mengakses hiburan, navigasi, pengaturan kendaraan, hingga berbagai layanan digital hanya melalui percakapan suara.

Meski demikian, Volcano Engine menegaskan fokus kerja samanya hanya berada pada sektor cloud dan kecerdasan buatan. Perusahaan tidak terlibat dalam pengembangan sistem autonomous driving atau teknologi kendaraan tanpa pengemudi.

Bidik Konsumen Muda dan Pasar Global

Saidou sejak awal merancang identitas mereknya untuk menarik generasi muda yang aktif dan akrab dengan teknologi digital.

Karakter tersebut terlihat dari strategi produk yang mengutamakan konektivitas, kecerdasan buatan, serta pengalaman pengguna di dalam kabin. Perusahaan juga menyiapkan jaringan distribusi tersendiri untuk mendukung ekspansi di pasar domestik maupun internasional.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya Seres untuk keluar dari persaingan ketat segmen kendaraan listrik murah yang selama ini memberikan tekanan terhadap merek Landian.

Pada periode sebelumnya, Landian menghadapi tantangan besar dalam bersaing di kelas entry-level dengan rentang harga sekitar Rp220 juta hingga Rp330 juta. Melalui transformasi menjadi Saidou, perusahaan berharap dapat menjangkau kelompok konsumen baru yang mencari kendaraan berteknologi tinggi.

Baca Juga :  Honda BeAT Irit BBM 60,6 Km per Liter, Skutik Harian yang Tetap Lincah dan Stylish

Tren Sub-Merek Baru Semakin Ramai

Fenomena pembentukan sub-merek baru saat ini tidak hanya terjadi pada Seres. Sejumlah produsen kendaraan listrik di China juga mulai menyiapkan strategi serupa.

Beberapa laporan industri menyebutkan Xiaomi dan Leapmotor tengah mengembangkan merek baru untuk menjangkau segmen pasar yang lebih spesifik. Strategi tersebut mencerminkan perubahan arah industri otomotif yang kini semakin fokus pada diferensiasi teknologi dan pengalaman pengguna.

Penjualan Seres Terus Bertumbuh

Di tengah transformasi bisnis yang berlangsung, kinerja penjualan kendaraan energi baru Seres menunjukkan tren positif.

Sepanjang Mei 2026, perusahaan mencatat penjualan sebanyak 33.476 unit. Sementara itu, akumulasi penjualan dari Januari hingga Mei 2026 mencapai 145.108 unit.

Jumlah tersebut meningkat 15,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu memperlihatkan bahwa permintaan terhadap kendaraan energi baru Seres masih terus berkembang meski persaingan pasar semakin ketat.

FAQ

Apa itu Saidou Technology?

Saidou Technology merupakan perusahaan baru hasil kolaborasi Seres Group dan Volcano Engine yang sebelumnya bernama Landian Technology.

Kapan mobil pertama Saidou meluncur?

Informasi dari kalangan industri menyebutkan mobil perdana Saidou akan hadir pada 2026.

Teknologi apa yang menjadi keunggulan Saidou?

Perusahaan mengandalkan AI berbasis Large Language Model (LLM) untuk menghadirkan smart cockpit dan sistem perintah suara yang lebih cerdas.

Apakah ByteDance mengembangkan fitur mobil tanpa pengemudi?

Tidak. Volcano Engine hanya menyediakan teknologi AI dan cloud, sementara pengembangan autonomous driving bukan bagian dari kerja sama tersebut.

Siapa target pasar Saidou?

Saidou membidik konsumen muda yang mengutamakan teknologi, konektivitas, dan pengalaman digital di dalam kendaraan.(Tim)

Berita Terkait

Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan
Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?
Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia
Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium
Mobil Terbang Siap Mengudara di Indonesia, Xpeng Ungkap Satu Hambatan yang Masih Mengganjal
BBN Kendaraan Bekas Sudah Rp0, Tapi Dompet Tetap Keluar Uang? Ini Biaya Balik Nama yang Wajib Diketahui
Suzuki Saluto 125 2026 Resmi Meluncur, Skutik Retro Bergaya Italia Ini Dibanderol Rp49 Jutaan dan Tembus 51,9 Km/Liter
Puluhan Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2026, Persaingan Pabrikan Makin Panas dan Pasar Otomotif Bergairah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 04:50 WIB

Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:44 WIB

Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:00 WIB

Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:30 WIB

Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:00 WIB

Mobil Terbang Siap Mengudara di Indonesia, Xpeng Ungkap Satu Hambatan yang Masih Mengganjal

Berita Terbaru