TANJAB TIMUR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mencatat ratusan paket pengadaan barang dan jasa melalui sistem E-Katalog hingga Mei 2026. Data pengadaan menunjukkan total 111 paket dengan nilai sekitar Rp2,36 miliar yang sebagian besar digunakan untuk kebutuhan jasa tenaga kebersihan, sopir, hingga keamanan.
Dalam catatan sistem pengadaan, seluruh paket tersebut berjalan melalui mekanisme E-Purchasing. Sebagian besar paket masih berada pada tahap proses, namun sudah terstruktur dalam berbagai kategori belanja, baik barang maupun jasa.
Dominasi Pengadaan Jasa Tenaga Individu
Dari total 111 paket, mayoritas atau lebih dari 100 paket tercatat sebagai pengadaan jasa lainnya. Skema ini memperlihatkan pola rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan secara langsung kepada perorangan, bukan melalui perusahaan penyedia jasa tenaga kerja seperti outsourcing.
Dalam praktiknya, DLH Tanjab Timur mencatat tenaga kebersihan, sopir, hingga petugas keamanan sebagai penyedia individu dalam sistem E-Katalog. Setiap orang menerima nilai kontrak tahunan yang berbeda sesuai kategori pekerjaan.
Kategori Nilai Kontrak Tenaga Kerja
Struktur pembayaran tenaga kerja terbagi dalam beberapa kelompok nilai kontrak. Pada kelompok tertinggi, sekitar 14 orang tenaga kebersihan menerima nilai kontrak sekitar Rp26 juta per paket. Nama-nama tenaga kerja tercatat langsung dalam sistem pengadaan sebagai penyedia individu.
Kelompok berikutnya menerima nilai sekitar Rp24 juta yang diisi oleh gabungan tenaga sopir dan petugas kebersihan. Kemudian terdapat kelompok sopir lain dengan nilai kontrak sekitar Rp20,6 juta per orang.
Jumlah terbesar berada pada kelompok Rp18,2 juta yang diisi puluhan tenaga kebersihan, mayoritas perempuan. Selain itu, terdapat juga tenaga keamanan dan kebersihan dengan nilai kontrak lebih rendah, berkisar Rp15,5 juta hingga Rp16 juta per orang.
Model ini menunjukkan sistem kerja berbasis individu yang langsung terhubung dengan platform pengadaan pemerintah.
Pengadaan Barang Terkonsentrasi pada Kebutuhan Operasional
Selain jasa tenaga kerja, DLH Tanjab Timur juga mencatat sejumlah pengadaan barang. Belanja bahan kimia menjadi salah satu paket terbesar dengan nilai sekitar Rp82 juta. Pengadaan ini dilakukan untuk mendukung operasional pengelolaan lingkungan.
Selain itu, terdapat pembelian pakaian dinas harian, perangkat komputer, serta peralatan pendukung kerja. Seluruh pengadaan barang tersebut tersebar dalam beberapa paket kecil dengan nilai bervariasi.
Pola E-Katalog dan Efisiensi Anggaran
Penggunaan E-Katalog dalam seluruh proses pengadaan menunjukkan pendekatan yang mengutamakan transaksi digital. Sistem ini memungkinkan instansi pemerintah melakukan pembelian langsung tanpa proses tender konvensional.
Di satu sisi, model ini dianggap dapat mempercepat proses pengadaan dan menekan biaya administrasi. Namun di sisi lain, skema perekrutan tenaga kerja individu dalam jumlah besar menimbulkan perhatian publik terkait transparansi, efektivitas, dan pola manajemen tenaga kerja di lapangan.
Catatan terhadap Tata Kelola
Pola pengadaan yang didominasi tenaga individu ini menjadi sorotan karena berbeda dengan praktik umum yang biasanya menggunakan pihak ketiga atau perusahaan penyedia jasa. Meski demikian, data pengadaan menunjukkan seluruh transaksi tercatat secara terbuka dalam sistem E-Katalog.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak DLH Tanjab Timur terkait alasan pemilihan model pengadaan tersebut. Namun data yang muncul menggambarkan bagaimana sistem digital pengadaan pemerintah kini digunakan secara luas hingga ke level rekrutmen tenaga lapangan.
Dengan total 111 paket dan nilai miliaran rupiah, pola belanja DLH Tanjab Timur menjadi salah satu contoh bagaimana transformasi pengadaan digital diterapkan secara langsung dalam sektor layanan kebersihan daerah.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









