Anyaman Bambu Kerinci Tembus Nasional Lewat Sentuhan Desain Modern

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Persit KCK Cabang XXV Kodim 0417/Kerinci membawa kerajinan anyaman bambu khas Kerinci ke ajang “Persit Bisa” di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (09/5/2026). Mereka memanfaatkan pameran itu untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas dan memperkuat posisi UMKM daerah di level nasional.

Sejak hari pertama, stan anyaman bambu langsung menarik perhatian pengunjung. Produk yang selama ini identik dengan fungsi sederhana di desa, kini tampil dengan desain yang lebih rapi, modern, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Transformasi Anyaman: Dari Tradisi ke Produk Bernilai Ekonomi

Perajin dari kalangan Persit mengembangkan berbagai bentuk produk, mulai dari peralatan rumah tangga, dekorasi interior, hingga aksesori bernuansa etnik modern. Mereka tidak lagi hanya mempertahankan pola tradisional, tetapi juga menyesuaikan desain dengan selera pasar perkotaan.

Perubahan ini membuat anyaman bambu Kerinci naik kelas. Pengunjung pameran menilai produk tersebut tidak lagi sekadar kerajinan lokal, tetapi sudah masuk kategori produk kreatif yang siap bersaing di pasar nasional.

Beberapa pengunjung bahkan langsung melakukan pembelian dan membuka peluang kerja sama distribusi. Respons ini menunjukkan adanya potensi pasar yang cukup besar untuk produk berbasis budaya daerah.

Strategi Persit Dorong UMKM Naik Kelas

Persit KCK Dim 0417/Kerinci memanfaatkan momentum pameran untuk membangun jejaring pemasaran baru. Mereka tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga memperluas peluang kolaborasi dengan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Pemprov Bengkulu Dukung Kreator Muda, Buka Jalan Promosi Potensi Daerah ke Level Nasional

Ketua Persit Cabang XXV, Kiki Eko Siswanto menekankan, bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pameran semata. Ia mendorong anggota untuk menjadikan keterampilan anyaman sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Ia juga melihat bahwa kemampuan para ibu Persit berkembang tidak hanya dalam aspek produksi, tetapi juga dalam pola pikir kewirausahaan. Perubahan mindset ini menjadi kunci agar produk lokal bisa bertahan di tengah persaingan industri kreatif.

Dorongan Kemandirian Ekonomi Berbasis Budaya

Para perajin Persit memanfaatkan pelatihan dan pengalaman di Jakarta untuk memperkuat kualitas produk. Mereka mulai memahami pentingnya desain, kemasan, dan nilai estetika dalam menarik pasar yang lebih luas.

Salah satu pelaku utama dalam kegiatan ini, Ny. Dela Doni Afrianto, menilai pengalaman pameran di ibu kota membuka wawasan baru. Ia melihat peluang besar untuk mengembangkan usaha berbasis budaya daerah setelah kembali ke Kerinci, yang dikenal memiliki kekayaan alam dan tradisi kuat.

Ia mendorong agar anyaman bambu tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi berkembang menjadi ikon ekonomi kreatif daerah yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

Baca Juga :  Rp44,6 Miliar Tanpa Rincian, Anggaran RSUD Sungai Penuh Bikin Publik Geleng Kepala

Respons Pengunjung dan Potensi Pasar

Selama pameran berlangsung, stan anyaman bambu Kerinci mencatat peningkatan minat pengunjung setiap hari. Banyak pengunjung mengapresiasi perubahan desain yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas budaya.

Beberapa pelaku usaha juga mulai menjajaki kemungkinan kerja sama, terutama dalam distribusi produk ke toko kerajinan dan pasar oleh-oleh. Hal ini membuka peluang baru bagi pengrajin Kerinci untuk memperluas jangkauan pasar.

Arah Pengembangan ke Depan

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerajinan tradisional dapat berkembang jika pelaku usaha berani melakukan inovasi. Persit KCK Dim 0417/Kerinci berencana memperkuat pelatihan lanjutan agar kualitas produk semakin kompetitif.

Mereka juga menargetkan pembentukan lebih banyak unit usaha kecil berbasis anyaman bambu di daerah Kerinci. Dengan langkah ini, mereka berharap ekonomi keluarga anggota Persit dan masyarakat sekitar ikut meningkat.

Penutup

Partisipasi dalam pameran “Persit Bisa” menegaskan bahwa produk budaya daerah memiliki peluang besar di pasar modern. Anyaman bambu Kerinci tidak hanya tampil sebagai kerajinan tradisional, tetapi juga sebagai produk kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa inovasi, kreativitas, dan keberanian beradaptasi menjadi kunci utama untuk membawa warisan budaya daerah ke panggung yang lebih luas.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Mahyeldi Bidik 740 Ribu UMKM Sumatera Barat, Legalitas dan Modal Jadi Kunci Pengembangan Usaha
Semarak Merah Putih 2026 Hadirkan 125 Tenant, Ekonomi Rakyat Bengkulu Siap Bergerak
Dapat Reward Rp6 Miliar, Bengkulu Gelar 12 Event untuk Gerakkan Ekonomi Rakyat
Kopitiam Madani 08 Hadir di Sungai Penuh, Alfin Dorong UMKM Makin Berkembang
28.626 Calon Manajer Kopdes Sudah Lulus, SK Pengangkatan Segera Terbit
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
Pemprov Bengkulu Dukung Kreator Muda, Buka Jalan Promosi Potensi Daerah ke Level Nasional
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Mahyeldi Bidik 740 Ribu UMKM Sumatera Barat, Legalitas dan Modal Jadi Kunci Pengembangan Usaha

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Semarak Merah Putih 2026 Hadirkan 125 Tenant, Ekonomi Rakyat Bengkulu Siap Bergerak

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Dapat Reward Rp6 Miliar, Bengkulu Gelar 12 Event untuk Gerakkan Ekonomi Rakyat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Kopitiam Madani 08 Hadir di Sungai Penuh, Alfin Dorong UMKM Makin Berkembang

Berita Terbaru