DLH Tanjab Timur Serap Rp2,36 Miliar Lewat E-Katalog, Ratusan Tenaga Kerja Direkrut Perorangan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

TANJAB TIMUR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mencatat ratusan paket pengadaan barang dan jasa melalui sistem E-Katalog hingga Mei 2026. Data pengadaan menunjukkan total 111 paket dengan nilai sekitar Rp2,36 miliar yang sebagian besar digunakan untuk kebutuhan jasa tenaga kebersihan, sopir, hingga keamanan.

Dalam catatan sistem pengadaan, seluruh paket tersebut berjalan melalui mekanisme E-Purchasing. Sebagian besar paket masih berada pada tahap proses, namun sudah terstruktur dalam berbagai kategori belanja, baik barang maupun jasa.

Dominasi Pengadaan Jasa Tenaga Individu

Dari total 111 paket, mayoritas atau lebih dari 100 paket tercatat sebagai pengadaan jasa lainnya. Skema ini memperlihatkan pola rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan secara langsung kepada perorangan, bukan melalui perusahaan penyedia jasa tenaga kerja seperti outsourcing.

Dalam praktiknya, DLH Tanjab Timur mencatat tenaga kebersihan, sopir, hingga petugas keamanan sebagai penyedia individu dalam sistem E-Katalog. Setiap orang menerima nilai kontrak tahunan yang berbeda sesuai kategori pekerjaan.

Kategori Nilai Kontrak Tenaga Kerja

Struktur pembayaran tenaga kerja terbagi dalam beberapa kelompok nilai kontrak. Pada kelompok tertinggi, sekitar 14 orang tenaga kebersihan menerima nilai kontrak sekitar Rp26 juta per paket. Nama-nama tenaga kerja tercatat langsung dalam sistem pengadaan sebagai penyedia individu.

Baca Juga :  Penjualan Mobil Tiba-Tiba Meledak April 2026, Pasar Otomotif RI Pulih Kencang

Kelompok berikutnya menerima nilai sekitar Rp24 juta yang diisi oleh gabungan tenaga sopir dan petugas kebersihan. Kemudian terdapat kelompok sopir lain dengan nilai kontrak sekitar Rp20,6 juta per orang.

Jumlah terbesar berada pada kelompok Rp18,2 juta yang diisi puluhan tenaga kebersihan, mayoritas perempuan. Selain itu, terdapat juga tenaga keamanan dan kebersihan dengan nilai kontrak lebih rendah, berkisar Rp15,5 juta hingga Rp16 juta per orang.

Model ini menunjukkan sistem kerja berbasis individu yang langsung terhubung dengan platform pengadaan pemerintah.

Pengadaan Barang Terkonsentrasi pada Kebutuhan Operasional

Selain jasa tenaga kerja, DLH Tanjab Timur juga mencatat sejumlah pengadaan barang. Belanja bahan kimia menjadi salah satu paket terbesar dengan nilai sekitar Rp82 juta. Pengadaan ini dilakukan untuk mendukung operasional pengelolaan lingkungan.

Selain itu, terdapat pembelian pakaian dinas harian, perangkat komputer, serta peralatan pendukung kerja. Seluruh pengadaan barang tersebut tersebar dalam beberapa paket kecil dengan nilai bervariasi.

Pola E-Katalog dan Efisiensi Anggaran

Penggunaan E-Katalog dalam seluruh proses pengadaan menunjukkan pendekatan yang mengutamakan transaksi digital. Sistem ini memungkinkan instansi pemerintah melakukan pembelian langsung tanpa proses tender konvensional.

Baca Juga :  Lahan 1 Hektare Jadi Gerakan Pangan, Pemdes Sumur Gedang dan Bhabinkamtibmas Tanam Jagung Tahap Kedua

Di satu sisi, model ini dianggap dapat mempercepat proses pengadaan dan menekan biaya administrasi. Namun di sisi lain, skema perekrutan tenaga kerja individu dalam jumlah besar menimbulkan perhatian publik terkait transparansi, efektivitas, dan pola manajemen tenaga kerja di lapangan.

Catatan terhadap Tata Kelola

Pola pengadaan yang didominasi tenaga individu ini menjadi sorotan karena berbeda dengan praktik umum yang biasanya menggunakan pihak ketiga atau perusahaan penyedia jasa. Meski demikian, data pengadaan menunjukkan seluruh transaksi tercatat secara terbuka dalam sistem E-Katalog.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak DLH Tanjab Timur terkait alasan pemilihan model pengadaan tersebut. Namun data yang muncul menggambarkan bagaimana sistem digital pengadaan pemerintah kini digunakan secara luas hingga ke level rekrutmen tenaga lapangan.

Dengan total 111 paket dan nilai miliaran rupiah, pola belanja DLH Tanjab Timur menjadi salah satu contoh bagaimana transformasi pengadaan digital diterapkan secara langsung dalam sektor layanan kebersihan daerah.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Berita Terbaru