JAKARTA – Indonesia kembali mendapat sorotan positif dari dunia internasional. International Monetary Fund (IMF) menilai Indonesia sebagai salah satu “bright spot” atau titik terang di tengah tekanan ekonomi global.
Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyampaikan langsung penilaian tersebut dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta perwakilan DPR dalam agenda IMF Spring Meetings 2026.
IMF menilai Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Pemerintah dan otoritas moneter juga menunjukkan kebijakan yang kredibel dan konsisten.
Bank Indonesia aktif meyakinkan investor global bahwa ekonomi nasional tetap berada di jalur yang tepat. BI menekankan stabilitas makroekonomi tetap terjaga meski ketidakpastian global meningkat.
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menjelaskan Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Permintaan domestik yang kuat ikut menopang laju ekonomi nasional.
Selain itu, pemerintah terus menjaga disiplin fiskal. Defisit anggaran tetap berada di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB). Kebijakan ini memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Bank Indonesia juga menggabungkan berbagai instrumen kebijakan. BI menjalankan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas, sekaligus mendorong pertumbuhan melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran.
Di tengah dinamika global, BI tetap mengelola nilai tukar secara fleksibel dan terukur. Langkah ini bertujuan menjaga daya tarik aset domestik dan stabilitas pasar keuangan.
Ke depan, Indonesia mengarahkan transformasi ekonomi ke sektor bernilai tambah tinggi. Pemerintah fokus pada hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi.
IMF dan investor global melihat langkah tersebut sebagai sinyal positif. Mereka menilai Indonesia tidak hanya tangguh, tetapi juga semakin adaptif dalam menghadapi tantangan global.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









