JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan seluruh produsen rokok ilegal segera beralih ke jalur legal paling lambat Mei 2026. Pemerintah mengejar target ini agar penerimaan negara dari cukai rokok meningkat.
Purbaya menyampaikan, pemerintah ingin proses peralihan berjalan cepat. Ia menilai, keberadaan rokok ilegal selama ini menghambat optimalisasi pendapatan negara dari sektor cukai.
“Kami ingin paling lambat Mei semuanya sudah berjalan, supaya penerimaan negara bisa langsung masuk,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, pemerintah memberi kesempatan kepada pelaku usaha rokok ilegal untuk masuk ke pasar resmi. Dalam proses tersebut, produsen wajib memenuhi ketentuan cukai yang berlaku.
Purbaya juga mengingatkan, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas. Ia memastikan akan menutup pabrik rokok ilegal yang menolak beralih ke sistem legal.
“Kami sudah beri kesempatan untuk masuk ke pasar legal. Kalau tidak mau, kami akan tutup,” tegasnya.
Saat ini, pemerintah terus membahas kebijakan legalisasi rokok ilegal bersama DPR. Purbaya menyebut, pemerintah sudah menyiapkan proposal dan segera membawa pembahasan ke parlemen.
Ia berharap DPR menyetujui kebijakan tersebut agar pemerintah bisa segera menjalankannya. Dengan langkah ini, pemerintah ingin menekan peredaran rokok ilegal sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari cukai.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









