160 Ribu ASN Pensiun, Peluang CPNS 2026 Terbuka

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah membuka peluang seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2026. Sekitar 160.000 aparatur sipil negara (ASN) memasuki masa pensiun sepanjang 2025 sehingga pemerintah perlu menyiapkan pengganti.

Rini Widyantini menyampaikan hal itu saat bertemu awak media di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Menurut Rini, pemerintah mencatat sekitar 160.000 ASN pensiun pada 2025. Karena itu, pemerintah mempertimbangkan pembukaan seleksi CPNS untuk mengisi kebutuhan pegawai.

“Kami sudah menghitung sekitar 160.000 ASN pensiun dan jumlah itu memang perlu pengganti. Mudah-mudahan pada 2026 kami bisa membuka seleksi CPNS,” ujar Menteri PANRB, Rini

Baca Juga :  CPNS 2026 Akan Dibuka? Cek Formasi dan Syaratnya

Pemerintah Kaji Jadwal Seleksi

Namun demikian, Rini menegaskan pemerintah belum menentukan jadwal pembukaan seleksi CPNS 2026. Saat ini, pemerintah masih mengkaji berbagai aspek penting.

Pemerintah terlebih dahulu menghitung kebutuhan pegawai di setiap instansi. Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan rencana rekrutmen dengan kemampuan anggaran negara.

“Prosesnya cukup panjang. Kami menghitung kebutuhan pegawai dan menyesuaikannya dengan kesiapan anggaran,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah memberi perhatian kepada lulusan baru yang ingin bergabung sebagai ASN. Rini menilai generasi muda dapat memperkuat kualitas birokrasi.

Baca Juga :  Lowongan Kerja PAMA 2026 Fresh Graduate Engineering Officer Dibuka, Daftar Sebelum 23 April

Karena itu, pemerintah mendorong fresh graduate agar ikut berkontribusi dalam sistem pemerintahan.

“Kami sangat memperhatikan peluang bagi fresh graduate untuk ikut membantu birokrasi,” katanya.

Saat ini, Kementerian PANRB meminta setiap kementerian dan lembaga memetakan kebutuhan pegawai. Instansi juga harus menentukan kompetensi yang mereka butuhkan.

Rini menegaskan setiap formasi harus selaras dengan strategi kementerian serta program prioritas presiden.

“Yang paling penting yaitu kompetensinya. Setiap instansi harus menyesuaikan kebutuhan pegawai dengan strategi kementerian dan program prioritas presiden,” pungkasnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Libur Sekolah Semester Genap 2026 Segera Tiba, Orang Tua Wajib Catat Jadwal Resmi dan Rencana Kegiatan Anak
Pemerintah Siapkan Langkah Penyelamatan Fiskal Daerah di Tengah Krisis Pembayaran PPPK
BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni
KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan
Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting
UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot
Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global
Bupati di Sumsel Terjaring OTT KPK, Kantor Disegel dan Aktivitas Lumpuh
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:00 WIB

Libur Sekolah Semester Genap 2026 Segera Tiba, Orang Tua Wajib Catat Jadwal Resmi dan Rencana Kegiatan Anak

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pemerintah Siapkan Langkah Penyelamatan Fiskal Daerah di Tengah Krisis Pembayaran PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:36 WIB

KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting

Berita Terbaru