Gula RI Mau Bangkit, Wamentan Targetkan Rendemen Tebu Naik ke Level Kolonial

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mendorong kebangkitan industri gula nasional dengan menaikkan rendemen tebu seperti pada masa kolonial. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menilai Indonesia pernah memiliki produktivitas gula jauh lebih tinggi dibanding kondisi saat ini.

Sudaryono menyebut rendemen tebu Indonesia kini hanya berada di kisaran 7–8%. Sementara negara tetangga seperti Thailand sudah mencapai 11–12%. Ia menilai kondisi itu menjadi penyebab utama lemahnya produksi gula nasional.

“Dulu zaman Belanda rendemennya bisa tiga kali lipat dibanding sekarang. Kita perlu lihat lagi kenapa bisa turun,” kata Sudaryono di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Ia menegaskan rendemen menentukan tingkat efisiensi produksi gula dari tebu yang digiling. Semakin rendah rendemen, semakin kecil gula yang dihasilkan meski volume tebu tinggi.

“Masalah utama ada di rendemen yang rendah,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Berbalik Naik, Pemerintah Kepung Perusahaan Bandel hingga 90 Persen Sudah Sesuaikan Harga

Sudaryono menilai Indonesia masih kekurangan produksi gula sehingga tetap bergantung pada impor, termasuk gula rafinasi. Ia menyebut peluang peningkatan produksi dalam negeri masih terbuka lebar.

“Artinya kita masih kurang. Kalau kurang, kita punya potensi untuk produksi sendiri,” katanya.

Fokus Utama

Untuk itu, pemerintah fokus memperbaiki produktivitas melalui peningkatan rendemen dan perluasan lahan tebu. Sudaryono menyebut dua langkah itu menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor.

“Kita harus naikkan rendemen atau buka lahan baru,” ujarnya.

Kementerian Pertanian juga mendorong penggunaan benih unggul dan program bongkar ratoon untuk mempercepat peremajaan tanaman tebu. Sudaryono menilai kualitas benih berpengaruh besar terhadap hasil produksi.

“Benih bagus bisa menaikkan produksi 20–30 persen,” katanya.

Ia juga menyebut pemerintah menyiapkan anggaran Rp9,9 triliun yang dicairkan bertahap selama tiga tahun untuk mendukung perbaikan benih. Tahun lalu pemerintah mengalokasikan Rp2,5 triliun, tahun ini Rp5,5 triliun, dan sisanya tahun depan.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24 Bergerak Beragam

Selain itu, pemerintah menyiapkan pembukaan lahan baru untuk tebu tanpa merusak ekosistem.

“Kita cari lahan yang cocok tanpa ganggu lingkungan,” ujarnya.

Sudaryono optimistis peningkatan rendemen bisa mendorong Indonesia kembali swasembada gula. Bahkan, ia menilai harga gula berpotensi turun jika produksi dalam negeri meningkat signifikan.

“Kalau rendemen naik seperti zaman dulu, kita bisa swasembada dan harga bisa turun,” katanya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa pemerintah kini fokus pada peningkatan rendemen di tengah keterbatasan lahan petani.

“Kita pernah jauh lebih tinggi. Sekarang tugas kita mengembalikannya,” ujarnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam
Update Harga Pangan Hari Ini 18 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau Melonjak, Ayam dan Telur Ikut Naik
Promo Shopee 17 Juli 2026: Mie Gacoan dan Kopi Dari Pada Cuma Rp1, Voucher Resto Terus Diisi Ulang
Rp3 Miliar Mengalir ke Setiap Kopdes Merah Putih, Ini Rincian Fasilitas yang Disiapkan Pemerintah
Wagub Sumbar Bongkar Kunci Kebangkitan Koperasi, Minta Tinggalkan Cara Lama dan Masuk Era Digital
Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
Kemensos Siapkan Peran Baru Penerima Bansos, Kini Bisa Jadi Anggota dan Mitra Usaha Koperasi Merah Putih
Promo Shopee 16 Juli 2026: Voucher Diskon, ShopeeFood Rp1 dan Hadiah Galaxy A17 Menanti
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:00 WIB

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:27 WIB

Update Harga Pangan Hari Ini 18 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau Melonjak, Ayam dan Telur Ikut Naik

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 17 Juli 2026: Mie Gacoan dan Kopi Dari Pada Cuma Rp1, Voucher Resto Terus Diisi Ulang

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:00 WIB

Rp3 Miliar Mengalir ke Setiap Kopdes Merah Putih, Ini Rincian Fasilitas yang Disiapkan Pemerintah

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:00 WIB

Wagub Sumbar Bongkar Kunci Kebangkitan Koperasi, Minta Tinggalkan Cara Lama dan Masuk Era Digital

Berita Terbaru