BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Gandeng Media Center, Perluas Perlindungan Pekerja Informal hingga Pedagang dan Nelayan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

BENGKULU – BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu memperluas jangkauan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan menggandeng Media Center Pemerintah Provinsi Bengkulu. Langkah ini menargetkan pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) yang selama ini belum banyak terlindungi jaminan sosial.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam diskusi di Palm Ola Hotel Bengkulu, Rabu (3/6). Pertemuan itu mempertemukan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Darmawan Basuki, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Ferama Putri, perwakilan Media Center Provinsi Bengkulu, serta sejumlah insan pers dari berbagai media lokal.

Sejak awal diskusi, BPJS Ketenagakerjaan menyoroti rendahnya tingkat kepesertaan pekerja mandiri di wilayah Bengkulu. Kondisi ini mendorong lembaga tersebut memperkuat edukasi publik agar pekerja informal memahami hak perlindungan dasar ketika bekerja di lapangan.

Dorong Perlindungan untuk Pekerja Sektor Informal

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu, Ferama Putri, menegaskan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan hadir untuk menjangkau seluruh pekerja, termasuk mereka yang tidak memiliki hubungan kerja formal.

“Pedagang pasar, buruh bangunan, petani, nelayan, maupun pekerja mandiri lainnya dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara mandiri. Saat ini terdapat beberapa program yang dapat diikuti sesuai kebutuhan peserta,” ujarnya, Kamis (04/6/2026)

Ferama menjelaskan bahwa banyak pekerja sektor informal masih memandang perlindungan sosial sebagai kebutuhan sekunder. Padahal, risiko kerja dapat terjadi kapan saja, baik saat bekerja di darat maupun di laut, di ladang, maupun di area konstruksi.

Baca Juga :  Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan mendorong pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui agen PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia). Agen ini bergerak langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi, pendaftaran, hingga pendampingan peserta.

Manfaat Perlindungan dengan Iuran Terjangkau

Lebih lanjut, Ferama memaparkan bahwa program ini memberikan manfaat perlindungan yang cukup luas. Peserta dapat menerima santunan kecelakaan kerja, santunan kematian, serta beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang memenuhi ketentuan.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat bisa mengikuti program ini dengan iuran mulai dari Rp8.400 per bulan. Skema tersebut membuat pekerja mandiri dapat mengakses perlindungan sosial tanpa beban biaya yang besar.

“Kami masih melihat banyak pekerja sektor informal belum memahami manfaat program ini. Karena itu, kami terus memperkuat sosialisasi melalui berbagai pihak, termasuk media dan pemerintah daerah,” kata Ferama.

Media dan Pemerintah Daerah Perkuat Edukasi Publik

Sementara itu, perwakilan Media Center Provinsi Bengkulu, Tedi Suryadi, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai program BPJS Ketenagakerjaan sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekerja.

Menurut Tedi, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat. Ia menilai sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan media dapat mempercepat perluasan kepesertaan di sektor informal.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 19 Mei 2026 Bergerak di Berbagai Daerah, Ini Dampaknya ke Konsumen

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi publikasi agar masyarakat tidak hanya mengetahui program, tetapi juga terdorong untuk mendaftar dan aktif sebagai peserta.

Tantangan dan Harapan ke Depan

BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu mengakui masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran pekerja mandiri. Faktor utama meliputi minimnya literasi jaminan sosial dan anggapan bahwa perlindungan hanya dibutuhkan oleh pekerja formal.

Namun demikian, kolaborasi dengan Media Center dan dukungan pemerintah daerah membuka peluang lebih besar untuk memperluas jangkauan informasi. BPJS Ketenagakerjaan berharap tingkat kepesertaan BPU terus meningkat dalam waktu dekat.

FAQ

1. Siapa saja yang bisa ikut program BPU BPJS Ketenagakerjaan?

Program ini menyasar pekerja informal seperti pedagang, petani, nelayan, buruh bangunan, dan pekerja mandiri lainnya.

2. Berapa iuran minimal BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja mandiri?

Iuran mulai dari Rp8.400 per bulan sesuai program yang dipilih.

3. Apa saja manfaat yang didapat peserta?

Peserta memperoleh santunan kecelakaan kerja, santunan kematian, dan beasiswa anak.

4. Mengapa perlu sosialisasi lebih luas?

Karena masih banyak pekerja informal belum memahami manfaat perlindungan jaminan sosial.

5. Siapa yang membantu sosialisasi di lapangan?

BPJS Ketenagakerjaan melibatkan agen PERISAI dan bekerja sama dengan media serta pemerintah daerah.

Penulis : Al Amsori

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam
Helmi Hasan Sulap Nobar Final Piala Dunia Jadi Pesta Rakyat, UMKM Ludes Diborong dan Sembako Mengalir ke Warga
Festival Warisan Rasa Asia Ramaikan Bengkulu, 35 Tenant Sajikan Kuliner Nusantara hingga Korea dan Thailand
Update Harga Pangan Hari Ini 18 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau Melonjak, Ayam dan Telur Ikut Naik
Promo Shopee 17 Juli 2026: Mie Gacoan dan Kopi Dari Pada Cuma Rp1, Voucher Resto Terus Diisi Ulang
Rp3 Miliar Mengalir ke Setiap Kopdes Merah Putih, Ini Rincian Fasilitas yang Disiapkan Pemerintah
Wagub Sumbar Bongkar Kunci Kebangkitan Koperasi, Minta Tinggalkan Cara Lama dan Masuk Era Digital
Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 04:16 WIB

Helmi Hasan Sulap Nobar Final Piala Dunia Jadi Pesta Rakyat, UMKM Ludes Diborong dan Sembako Mengalir ke Warga

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:47 WIB

Festival Warisan Rasa Asia Ramaikan Bengkulu, 35 Tenant Sajikan Kuliner Nusantara hingga Korea dan Thailand

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:27 WIB

Update Harga Pangan Hari Ini 18 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau Melonjak, Ayam dan Telur Ikut Naik

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 17 Juli 2026: Mie Gacoan dan Kopi Dari Pada Cuma Rp1, Voucher Resto Terus Diisi Ulang

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:00 WIB

Rp3 Miliar Mengalir ke Setiap Kopdes Merah Putih, Ini Rincian Fasilitas yang Disiapkan Pemerintah

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Alfin Perjuangkan Batas Kawasan Hutan demi Kembangkan Bukit Khayangan

Selasa, 21 Jul 2026 - 12:00 WIB