Tambang Emas Martabe Tapsel Kembali Beroperasi Mei 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Agincourt Resources akan kembali mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara (Sumut), pada pertengahan Mei 2026. PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan produksi awal mencapai sekitar 60.000 ounce emas setelah aktivitas tambang kembali berjalan.

Presiden Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro, mengatakan perusahaan kini menyiapkan seluruh kebutuhan operasional, mulai dari peralatan tambang hingga tenaga kerja kontraktor. Perusahaan juga mulai memanggil kembali karyawan yang sempat dirumahkan saat penghentian sementara operasional.

“Pertengahan Mei sudah bisa beroperasi. Jika berjalan sesuai rencana, kami menargetkan produksi sekitar 60.000 ounce,” kata Iwan dalam public expose di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga :  Mandatori E10 2028: SPBU Swasta Wajib Gunakan Etanol Lokal, Ini Rencana Pemerintah

UNTR juga menegaskan fokus pada peningkatan standar keselamatan kerja serta pengelolaan lingkungan di area tambang. Perusahaan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan operasional berjalan sesuai ketentuan pertambangan berkelanjutan.

Sebelumnya, pemerintah sempat memasukkan tambang Martabe ke dalam daftar perusahaan yang terindikasi pelanggaran lingkungan terkait kasus banjir di Sumatra Utara. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup kemudian mengevaluasi ulang pengelolaan lingkungan perusahaan.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan hasil evaluasi tersebut menunjukkan PT Agincourt Resources memenuhi standar pengelolaan lingkungan. Pemerintah kemudian mencabut sanksi yang sebelumnya berlaku.

Baca Juga :  B50 Mulai Juli 2026, KAI Siap Gunakan Biodiesel Sawit

“Evaluasi KLH menyatakan pengelolaan lingkungan memenuhi persyaratan, sehingga sanksi kami cabut,” ujar Yuliot.

Dengan pencabutan sanksi itu, perusahaan kembali menjalankan produksi sesuai Kontrak Karya yang berlaku hingga 2042. UNTR juga tetap melanjutkan produksi sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) periode 2025–2027 serta menyiapkan pengajuan RKAB 2026 secara paralel.

UNTR sendiri mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar US$850 juta pada tahun ini. Namun, perusahaan membuka peluang untuk menyesuaikan angka tersebut mengikuti perkembangan revisi RKAB.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

BRPT, TPIA, CDIA Pimpin Laba Big Caps 2025, Emiten Prajogo Dominasi Bursa
DEWA Siapkan IPO Anak Usaha Gayo Mineral, Nilai Capai Rp7 Triliun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:00 WIB

Tambang Emas Martabe Tapsel Kembali Beroperasi Mei 2026

Minggu, 19 April 2026 - 18:00 WIB

BRPT, TPIA, CDIA Pimpin Laba Big Caps 2025, Emiten Prajogo Dominasi Bursa

Rabu, 15 April 2026 - 04:00 WIB

DEWA Siapkan IPO Anak Usaha Gayo Mineral, Nilai Capai Rp7 Triliun

Berita Terbaru

Oplus_0

Bursa & Korporasi

Tambang Emas Martabe Tapsel Kembali Beroperasi Mei 2026

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:00 WIB