BRPT, TPIA, CDIA Pimpin Laba Big Caps 2025, Emiten Prajogo Dominasi Bursa

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar atau big caps mencatat kinerja solid sepanjang 2025. Beberapa perusahaan bahkan membukukan lonjakan laba hingga ratusan persen dan mendominasi daftar teratas.

Data menunjukkan, dari 24 emiten big caps dengan kapitalisasi di atas Rp100 triliun, sebanyak 21 perusahaan telah merilis laporan keuangan 2025. Dari jumlah itu, 11 emiten mencatat pertumbuhan laba, sementara 1 emiten berhasil berbalik untung.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Teratas

Emiten terafiliasi Prajogo Pangestu mendominasi papan atas. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menempati posisi pertama dengan lonjakan laba tertinggi. BRPT mencatat laba bersih US$489,80 juta pada 2025. Angka itu melonjak 766,98% dibanding tahun sebelumnya.

Di posisi berikutnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) tampil agresif. CDIA membukukan laba US$121,05 juta, naik 285,24% secara tahunan.

Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat pencapaian penting. Perseroan berhasil berbalik laba pada 2025.

Baca Juga :  Produksi Naik, Pendapatan Tertahan: Kinerja PT Bukit Asam 2025 Terungkap

Di luar grup tersebut, sejumlah emiten lain juga mencatat kinerja positif. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membukukan kenaikan laba 99% menjadi US$50,08 juta.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat laba Rp1,14 triliun, naik 83,89%. SPT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) juga tumbuh 82,7% menjadi Rp448,49 miliar.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DNET) naik 17,12% menjadi Rp1,22 triliun. Selain itu, PT Indah Prakasa (IMPC) tumbuh 14,95% menjadi Rp620,04 miliar.

Di sektor energi dan komoditas, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat kenaikan 6,5% menjadi US$165 juta.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan stabil. Laba naik 4,94% menjadi Rp57,56 triliun.

PT Bank Mandiri (BMRI) juga tumbuh tipis 0,93% menjadi Rp56,29 triliun.

Baca Juga :  Trio Maut BUMN Borong Investor Asing

Namun, tidak semua emiten mencatat pertumbuhan. PT Astra International Tbk (ASII) turun 3,34%. BBRI turun 5,26%, dan BBNI turun 7,19%.

PT United Tractors Tbk (UNTR) juga melemah 24,17%. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) merosot 60,91%.

Sejumlah emiten masih mencatat kerugian. SRAJ dan EMAS mengalami rugi bersih yang lebih dalam.

Analis menilai sektor perbankan masih menjadi penopang utama pasar. Sektor komoditas dan energi juga mendapat dukungan dari harga yang relatif kuat. Selain itu, narasi hilirisasi ikut menopang kinerja.

Untuk 2026, analis memperkirakan pertumbuhan laba masih berlanjut. Namun, sifatnya lebih selektif. Faktor penentu meliputi kondisi ekonomi global, suku bunga, harga komoditas, dan kebijakan hilirisasi pemerintah.

Disclaimer: artikel ini tidak berisi ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Berita Terkait

DEWA Siapkan IPO Anak Usaha Gayo Mineral, Nilai Capai Rp7 Triliun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:00 WIB

BRPT, TPIA, CDIA Pimpin Laba Big Caps 2025, Emiten Prajogo Dominasi Bursa

Rabu, 15 April 2026 - 04:00 WIB

DEWA Siapkan IPO Anak Usaha Gayo Mineral, Nilai Capai Rp7 Triliun

Berita Terbaru

Oplus_0

Bursa & Korporasi

BRPT, TPIA, CDIA Pimpin Laba Big Caps 2025, Emiten Prajogo Dominasi Bursa

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:00 WIB