JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyiapkan aksi korporasi besar lewat rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usaha, PT Gayo Mineral Resources. Perusahaan tambang ini bergerak di sektor emas dan tembaga.
Direktur DEWA Ricardo Silaen menyebut perusahaan terus mengembangkan Gayo Mineral untuk jangka menengah hingga panjang. Ia menegaskan IPO menjadi salah satu opsi pendanaan utama untuk mempercepat ekspansi.
DEWA mengelola Gayo Mineral sebagai aset eksplorasi dengan IUP seluas sekitar 34.550 hektare di Aceh. Perusahaan juga terus memperluas kegiatan pengeboran di sejumlah titik prioritas, termasuk Tengkereng Atas.
Hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) mencatat nilai bruto aset Gayo Mineral mencapai sekitar Rp7 triliun. Setelah akuisisi, liabilitas, dan penyesuaian, DEWA membukukan negative goodwill sekitar Rp4,5 triliun.
Manajemen DEWA fokus menyelesaikan eksplorasi untuk memastikan cadangan tambang secara lebih akurat. Perusahaan ingin menghitung potensi produksi sekaligus kebutuhan belanja modal untuk pengembangan tambang.
Ricardo menegaskan perusahaan mengutamakan kepastian data cadangan sebelum masuk tahap produksi besar. Ia menyebut hasil eksplorasi akan menentukan arah pengembangan proyek tambang ke depan.
Gayo Mineral menggarap dua area utama, yaitu Tengkereng Atas dan Tengkereng Bawah. Area tersebut menunjukkan indikasi sistem mineralisasi emas dan tembaga dengan potensi kuat.
Tengkereng Atas menunjukkan sistem epitermal dengan alterasi kuat. Sementara itu, Tengkereng Bawah menunjukkan potensi mineralisasi tipe porfiri dan urat kuarsa-sulfida.
Sepanjang 2025, DEWA mencatat laba bersih Rp4,30 triliun atau melonjak 7.697% secara tahunan. Pendapatan perusahaan juga naik menjadi Rp6,39 triliun dari tahun sebelumnya.
Analis menilai lonjakan laba ini dipicu efek akuntansi dari negative goodwill akuisisi Gayo Mineral. Namun, mereka menilai kinerja inti perusahaan tetap tumbuh positif ke depan.
Stockbit Sekuritas mencatat core profit DEWA naik menjadi Rp573 miliar pada 2025. Kenaikan ini terjadi seiring ekspansi margin laba kotor dan penguatan bisnis operasional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









