SPBU Swasta Belum Turunkan Harga BBM, Tunggu Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – SPBU swasta belum memastikan waktu penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Pelaku usaha masih menunggu hasil perhitungan pemerintah dan perkembangan harga minyak dunia.

Manajemen BP-AKR menegaskan perusahaan tidak menetapkan harga BBM secara sembarangan. Mereka mengikuti mekanisme yang berlaku di Indonesia dan tetap mengacu pada kebijakan pemerintah di sektor energi.

“Perusahaan mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia, kondisi pasar, dan kebijakan energi sebelum menyesuaikan harga,” tulis manajemen BP-AKR, Senin (13/4/2026).

Perubahan harga BBM di SPBU swasta bergantung pada banyak faktor. Harga minyak global, permintaan pasar, serta regulasi pemerintah menjadi penentu utama.

Di sisi lain, pemerintah juga belum menetapkan jadwal pasti penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut proses perhitungan masih berlangsung.

Baca Juga :  BUMDes Tambak Tinggi Panen Telur, Produksi Capai 650 Butir per Hari

“Kami akan sesuaikan harga BBM RON 92, 95, 98, termasuk Pertamina Dex setelah perhitungan selesai,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (8/4).

Pemerintah saat ini terus menghitung bersama Pertamina dan pelaku usaha swasta. Bahlil berharap harga minyak mentah Indonesia (ICP) bisa turun agar tekanan terhadap harga BBM berkurang.

“Kami masih melakukan exercise. Mudah-mudahan ICP turun supaya hasilnya lebih baik,” katanya.

Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan tantangan lain. Sejumlah SPBU swasta masih mengalami keterbatasan stok BBM.

SPBU Shell di beberapa wilayah bahkan belum beroperasi normal hingga pertengahan April 2026. Mereka hanya membuka layanan minimarket dan bengkel.

Baca Juga :  Bali Gandeng Turki, Kerja Sama Pariwisata hingga Bandara Bali Utara Mulai Dijajaki

Vivo Energy juga menghadapi masalah serupa. Produk Revvo 90 sulit ditemukan dalam beberapa bulan terakhir. Konsumen lebih sering menjumpai Revvo 92 dan Diesel Primus Plus, terutama di Jakarta dan sekitarnya.

Berbeda dengan itu, stok BBM BP-AKR relatif lebih tersedia. Produk seperti BP 92, BP Ultimate, dan BP Diesel masih bisa ditemukan, meski terbatas di lokasi tertentu.

Kondisi ini menunjukkan dinamika pasar BBM swasta tidak hanya dipengaruhi harga. Distribusi dan ketersediaan stok juga ikut menentukan.

Kesimpulannya, SPBU swasta belum akan buru-buru menyesuaikan harga BBM. Mereka menunggu keputusan pemerintah sekaligus memantau pergerakan harga minyak global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Berita Terbaru