SUNGAI PENUH – Ratusan pedagang memprotes kebijakan penggusuran lapak dagang Depan Pasar Tanjung Bajure ke Gedung DPRD Kota Sungai Penuh, Kamis (27/03/2026).
Para pedagang juga mempertanyakan kejelasan relokasi setelah pemerintah memindahkan mereka dari lokasi sebelumnya.
Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, para pedagang sudah dua hari tidak bisa berjualan seperti biasa sejak pihak terkait memindahkan mereka. Ia menolak relokasi karena ia telah berjualan di lokasi itu selama puluhan tahun.
“Kalau kami pindah ke dalam, penjualan turun drastis. Kami rugi. Dagangan, seperti ayam, banyak yang busuk karena tidak ada pembeli,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi kepada Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh.
Para pedagang juga mengeluhkan perlakuan di lapangan. Mereka menuding oknum petugas parkir bertindak kasar, bahkan menendang lapak dan mengusir pedagang dari lokasi.
Para pedagang berharap Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh turun tangan dan memperjuangkan hak mereka.
“Kami berdagang disini menjadi satu-satunya sumber penghidupan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak,” tuturnya
Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









