JAMBI – Presiden Mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Muhammad Rizky Agung, angkat suara terkait gangguan sistem Bank 9 Jambi yang memicu keresahan nasabah. Ia menegaskan transparansi dalam pengelolaan dana publik menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.
Transparansi Harga Mati
Pertama, Rizky menegaskan Bahwa Bank 9 Jambi mengelola uang rakyat sehingga manajemen wajib membuka informasi secara jelas dan rinci saat persoalan muncul. Ia menilai klarifikasi terbuka menjadi langkah awal untuk memulihkan kepercayaan publik.
“Bank daerah mengelola uang rakyat. Jika terjadi gangguan yang menimbulkan keresahan, manajemen harus menyampaikan penjelasan secara terbuka dan detail. Jika tidak mampu menjamin keamanan dan kepercayaan publik, maka perlu evaluasi serius terhadap kepemimpinan,” tegasnya.
Selain itu, Rizky menilai tanggung jawab tidak berhenti pada aspek teknis. Ia meminta jajaran komisaris dan direksi mengawasi sistem secara ketat serta mengelola risiko, termasuk risiko digital. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang aktif dan terukur.
Soroti Tanggung Jawab Pimpinan
Selanjutnya, Rizky menyoroti peran pimpinan lembaga keuangan. Ia meminta komisaris dan direksi memastikan keamanan sistem dan menjaga kepercayaan nasabah. Jika pimpinan tidak mampu menjalankan tanggung jawab tersebut, ia menilai pimpinan harus mundur secara terhormat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional.
“Jabatan di lembaga keuangan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah publik,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan pimpinan agar tidak berhenti pada klarifikasi. Ia mendesak pimpinan menghadirkan solusi konkret dan langkah perbaikan yang jelas.
Dorong Audit Independen
Lebih jauh, Rizky mendorong manajemen melakukan evaluasi menyeluruh. Ia meminta manajemen melibatkan auditor independen dan mengumumkan hasil audit kepada publik. Ia menilai langkah itu dapat memperkuat kepercayaan masyarakat.
Jika manajemen tidak menemukan dana yang hilang, manajemen harus membuktikan kondisi tersebut secara transparan. Namun jika manajemen menemukan kelemahan sistemik, manajemen harus mengakui kekurangan dan segera memperbaikinya.
Ajak Mahasiswa Kawal Isu
Sementara itu, Rizky mengajak mahasiswa dan masyarakat sipil mengawal persoalan ini secara kritis dan rasional. Ia menilai publik tidak boleh diam ketika kepercayaan terhadap lembaga keuangan daerah berada dalam risiko.
“Kita harus memastikan lembaga keuangan daerah dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab,” katanya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









