Pemerintah Gelar Insentif Ekonomi Jelang Lebaran

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah insentif ekonomi. Kebijakan ini bertujuan menjaga mobilitas dan daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan program tersebut di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Ia hadir bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PAN-RB Rini Widyantini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp911,16 miliar dari APBN dan non-APBN untuk menjalankan program ini.
“Dalam rangka libur Hari Besar Nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi,” kata Airlangga.

Diskon Kereta Api 30 Persen

Pertama, pemerintah menggandeng PT KAI (Persero) untuk memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen. PT KAI memberlakukan promo ini untuk perjalanan 14–29 Maret 2026.
Pemerintah menargetkan 1,2 juta penumpang memanfaatkan diskon tersebut selama periode mudik.

Insentif Angkutan Laut dan Penyeberangan

Selain kereta api, pemerintah menggandeng PT Pelni untuk menurunkan tarif angkutan laut sebesar 30 persen dari tarif dasar. PT Pelni menjalankan program ini pada 11 Maret hingga 5 April 2026.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan 445 ribu penumpang.
Selanjutnya, pemerintah bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk menggratiskan tarif penyeberangan pada 12–31 Maret 2026. Pemerintah menargetkan 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang dalam program ini.

Potongan Harga Tiket Pesawat

Di sektor penerbangan, pemerintah memberikan diskon tiket kelas ekonomi domestik sebesar 17–18 persen. Maskapai menerapkan potongan harga ini untuk perjalanan 14–29 Maret 2026.
Pemerintah menargetkan 3,3 juta penumpang memanfaatkan insentif tersebut.

Skema Work From Anywhere

Selain insentif transportasi, pemerintah mengatur pola kerja selama periode libur. Pemerintah menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Airlangga menegaskan pemerintah tidak menambah hari libur. Pemerintah hanya memberi fleksibilitas lokasi kerja.
Kementerian PAN-RB akan menerbitkan surat edaran bagi ASN. Kementerian Ketenagakerjaan akan menerbitkan surat edaran bagi pekerja swasta.

Bantuan Pangan untuk 35 Juta Keluarga

Di sisi lain, pemerintah memperkuat daya beli masyarakat melalui bantuan pangan. Pemerintah menyalurkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan selama dua bulan.
Pemerintah menargetkan 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok Desil 1 hingga Desil 4. Untuk program ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp11,92 triliun.
Pemerintah memulai penyaluran bantuan pada Februari bertepatan dengan Ramadan. Airlangga meminta pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait mendukung kelancaran distribusi logistik.

Dorong Stabilitas Ekonomi

Melalui rangkaian kebijakan ini, pemerintah menjaga mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. Pada saat yang sama, pemerintah mempertahankan daya beli agar aktivitas ekonomi tetap bergerak stabil.
Baca Juga :  MTs Siulak Pamerkan Bakat Siswa Lewat Expo dan Pensi XI

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni
KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan
Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting
UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot
Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global
Bupati di Sumsel Terjaring OTT KPK, Kantor Disegel dan Aktivitas Lumpuh
Sony Sanjaya Klaim Tertekan di Kasus MBG, Singgung Nama Besar dan Siap Ungkap Fakta
Istana Lakukan Perombakan Sore Ini: Pimpinan Baru BGN Dilantik, Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:36 WIB

KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting

Senin, 8 Juni 2026 - 22:00 WIB

UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global

Berita Terbaru

Oplus_0

Merangin

Kepala Sekolah Guru PPPK di Merangin Tuai Polemik

Rabu, 10 Jun 2026 - 08:27 WIB