Modal Rp30 Juta, Siswa SMK Ciptakan Motor Listrik Berkecepatan 134 Km/Jam

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

YOGYAKARTA – Kreativitas siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta kembali mencuri perhatian dunia otomotif. Melalui proyek pembelajaran berbasis riset, para siswa berhasil merancang dan membangun motor drag race listrik yang mampu melesat hingga 134,5 kilometer per jam.

Motor listrik tersebut mengusung nama Mugatech. Tim siswa bersama guru pembimbing mengembangkan kendaraan ini sebagai media praktik sekaligus bukti bahwa kendaraan listrik buatan pelajar Indonesia mampu menghadirkan performa tinggi.

Keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Tim membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melakukan riset, pengujian, hingga penyempurnaan desain sebelum motor mencapai performa terbaiknya.

Berawal dari Keinginan Menghadirkan Transportasi Tanpa BBM

Ketua Jurusan Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Hindro Harimawan, menjelaskan bahwa gagasan membangun motor listrik berangkat dari kebutuhan menghadirkan kendaraan yang tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak.

Menurutnya, ketersediaan BBM suatu saat akan semakin terbatas, sementara harga energi terus mengalami kenaikan. Karena itu, sekolah mendorong siswa mencari solusi melalui inovasi teknologi.

“Jadi motor listrik itu kan kita ingin punya inovasi. Jadi membuat alat transportasi atau yang sering digunakan masyarakat, tapi tanpa BBM. Soalnya stok BBM lama-lama juga nipis, terus harganya semakin naik. Nah, kita buat motor yang minimal bisa menyamai kecepatannya dengan motor berbahan bakar BBM,” kata Hindro.

Setelah mendapatkan ide tersebut, Hindro langsung mengajak siswa untuk terlibat dalam proyek pengembangan kendaraan listrik. Respons para siswa ternyata sangat positif karena sebagian besar memiliki minat besar terhadap dunia otomotif.

“Jadi akhirnya saya lemparkan ide itu ke anak-anak. Ternyata respons mereka positif, apalagi mereka juga suka motor. Sering modifikasi motor, benerin motor, custom motor. Makanya anak-anak semangat dan tanggapannya positif. Jadi kita kerjakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kawasaki Eliminator 500 SE 2026 Resmi Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Pilih Konsep Drag Race Agar Lebih Menantang

Alih-alih membuat motor listrik harian seperti kebanyakan proyek sekolah lainnya, tim pengembang memilih konsep motor drag race.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Hindro menilai motor listrik untuk penggunaan sehari-hari sudah cukup banyak beredar sehingga tantangan inovasinya tidak terlalu besar.

“Karena kalau motor buat sehari-hari itu sudah terlalu banyak. Bahkan sudah ada sepeda listrik. Kalau bikin seperti itu rasanya biasa saja, kurang heboh. Jadi biar motor yang kecepatannya tinggi,” katanya.

Keputusan tersebut kemudian membawa tim pada berbagai tantangan teknis, mulai dari perancangan rangka hingga pemilihan sistem penggerak yang mampu menghasilkan akselerasi tinggi.

Sekolah Kucurkan Dana Puluhan Juta Rupiah

Untuk merealisasikan proyek tersebut, pihak sekolah mengalokasikan dana sekitar Rp30 juta.

Sebagian besar anggaran terserap untuk membeli komponen utama kendaraan listrik, terutama baterai, motor listrik, dan kontroler yang menjadi jantung penggerak kendaraan.

“Kalau biaya kurang lebih sekitar Rp30 jutaan. Yang mahal itu komponen listriknya, seperti baterai, dinamo atau motor listriknya, dan kontroler,” jelas Hindro.

Ia menambahkan, seluruh pendanaan berasal dari sekolah setelah proposal pengembangan kendaraan listrik mendapat persetujuan kepala sekolah.

“Iya, dari sekolah. Jadi setiap jurusan ditawari. Kebetulan setahun yang lalu belum ada jurusan yang mengajukan. Maka kami ajukan dan alhamdulillah disetujui Pak Kepala Sekolah, akhirnya mulai dieksekusi,” ujarnya.

Enam Bulan Riset dan Uji Coba Berulang

Selama proses pengerjaan, tim tidak langsung memperoleh hasil yang sesuai harapan. Para siswa harus menjalani berbagai tahap pengujian, evaluasi, dan perbaikan desain.

Hindro mengungkapkan bahwa tim menerapkan metode trial and error untuk menemukan konfigurasi terbaik.

“Karena ini modelnya trial and error. Jadi kita buat dulu rangkanya, kemudian dirakit sama motornya. Setelah jadi ternyata motornya terlalu panjang, kurang estetik. Akhirnya harus dipotong dan dilas lagi. Jadi tidak sekali jadi, sering riset,” katanya.

Baca Juga :  Tesla Model Y L Meluncur, SUV 7 Penumpang Siap Saingi Segmen Keluarga

Berbagai revisi tersebut justru memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga menghadapi tantangan nyata dalam pengembangan kendaraan listrik.

Secara keseluruhan, tim membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk menyelesaikan proyek Mugatech. Siswa dari beberapa angkatan ikut terlibat sehingga proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan.

Bukti Potensi Inovasi Kendaraan Listrik dari Sekolah

Keberhasilan Mugatech menunjukkan bahwa sekolah vokasi memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan industri kendaraan listrik nasional.

Melalui proyek semacam ini, siswa tidak hanya mengasah keterampilan teknik, tetapi juga membangun kemampuan riset, pemecahan masalah, dan inovasi teknologi.

Dengan kecepatan yang mencapai 134,5 km/jam, motor drag listrik buatan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menjadi salah satu contoh nyata bahwa generasi muda Indonesia mampu menghasilkan karya otomotif berteknologi tinggi yang kompetitif.

FAQ

Berapa kecepatan maksimum motor drag listrik Mugatech?

Motor drag listrik Mugatech mampu mencapai kecepatan maksimum 134,5 kilometer per jam.

Siapa yang membuat motor listrik tersebut?

Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mengembangkan motor tersebut bersama guru pembimbing dari Jurusan Teknik Pemesinan.

Berapa biaya pembuatan motor drag listrik Mugatech?

Sekolah mengalokasikan dana sekitar Rp30 juta untuk membangun kendaraan tersebut.

Apa komponen paling mahal dalam proyek ini?

Baterai, motor listrik (dinamo), dan kontroler menjadi komponen dengan biaya terbesar.

Berapa lama proses pengerjaan motor listrik Mugatech?

Tim membutuhkan waktu sekitar enam bulan, termasuk riset, pengujian, dan penyempurnaan desain.

Penulis : Al Amsori

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar MPV Listrik, Mobil Futuristis 7 Penumpang Ini Tawarkan Kabin Bak Lounge Berjalan
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Meluas, DKI Jakarta dan Empat Provinsi Hadirkan Kabar Baik bagi Pemilik Kendaraan
Mobil Listrik Mikro Sun V Gegerkan Industri EV RI, Panel Surya Tambah Jarak Tempuh hingga 55 Km Sehari
Mobil Rp 87 Jutaan Gegerkan Pasar! Tata Tiago 2026 Tampil Lebih Canggih dari Agya-Ayla
Geely EX2 Facelift 2026 Bikin Heboh, Mobil Listrik Rp170 Jutaan Kini Mampu Melaju 480 Km
MG 4X Bikin Geger Pasar Mobil Listrik, Harga Rp240 Jutaan tapi Bisa Melaju 610 Km
Waktu Ganti Oli Gardan Motor Matic yang Sering Diabaikan, Ini Dampak Serius Menurut Teknisi AHASS
Pasar Mobil RI Meledak di Awal 2026, Penjualan Naik 12,5 Persen
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:01 WIB

Bukan Sekadar MPV Listrik, Mobil Futuristis 7 Penumpang Ini Tawarkan Kabin Bak Lounge Berjalan

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:00 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Meluas, DKI Jakarta dan Empat Provinsi Hadirkan Kabar Baik bagi Pemilik Kendaraan

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:00 WIB

Mobil Listrik Mikro Sun V Gegerkan Industri EV RI, Panel Surya Tambah Jarak Tempuh hingga 55 Km Sehari

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:00 WIB

Mobil Rp 87 Jutaan Gegerkan Pasar! Tata Tiago 2026 Tampil Lebih Canggih dari Agya-Ayla

Minggu, 31 Mei 2026 - 04:00 WIB

Geely EX2 Facelift 2026 Bikin Heboh, Mobil Listrik Rp170 Jutaan Kini Mampu Melaju 480 Km

Berita Terbaru

Oplus_0

Internasional

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB