JAKARTA –
Striker muda Timnas Indonesia, Miliano Jonathans, kembali mencuri perhatian di Liga Belanda. Pada awal pertandingan, Ajax Amsterdam mencetak dua gol cepat melalui Mika Godts pada menit ke-21 dan 40’. Namun, Excelsior mulai bangkit saat Miliano masuk pada menit ke-63.
Miliano Jonathans Jadi Penentu Hasil
Segera setelah masuk, Miliano membobol gawang Ajax pada menit ke-74 dengan memanfaatkan umpan Gyan de Regt. Tak lama kemudian, Arthur Zagre menambah tekanan terhadap Ajax dengan gol hasil assist Gyan de Regt. Skor menjadi 2-2 hingga peluit akhir berbunyi.
Fotmob memberi Miliano rating 7,7 berkat 82 persen akurasi operan, satu tembakan ke gawang, dua recoveries, dan kemenangan 75 persen duel. Gol ini menjadi yang kedua bagi Miliano untuk Excelsior dari empat laga Eredivisie setelah FC Utrecht meminjamkannya pada bursa transfer musim dingin 2026.
Kekecewaan Ajax
Di sisi lain, Ajax hanya membawa satu poin dari Rotterdam. Mika Godts menyesali hasil imbang ini setelah mencetak dua gol di babak pertama. Saat ini, Ajax menempati posisi keempat dengan 38 poin, tertinggal 18 poin dari pemuncak klasemen PSV.
Pelatih Ajax, Fred Grim, menilai cedera pemain inti membuat timnya gagal meraih kemenangan. Pemain muda yang diturunkan belum memiliki pengalaman untuk menjaga performa selama 90 menit.
“Kurangnya pengalaman terlihat jelas di babak kedua. Para pemain muda belum mampu tampil sesuai harapan sepanjang laga,” kata Grim
Gyan de Regt Bersinar dari Bangku Cadangan
Sementara itu, Gyan de Regt tampil impresif meski bermain hanya 28 menit. Dia memberi dua assist yang dikonversi menjadi gol oleh Miliano dan Arthur Zagre.
“Ketika kami tertinggal 0-2, saya tahu masuk sebagai pengganti memberi kesempatan untuk membalikkan keadaan,” kata De Regt. “Saya senang bisa membawa energi positif dan membantu mencetak dua assist. Meskipun saya ingin menjadi starter, hari ini saya memulai dengan baik.”
Excelsior Tunjukkan Ketangguhan
Dengan demikian, Excelsior menunjukkan ketangguhan di kandang sendiri. Ajax pulang dengan satu poin. Hasil ini membuktikan bahwa setiap pertandingan di Eredivisie bisa berubah dengan cepat dan penuh kejutan.