Kilang China Aman! Minyak Iran Mengalir di Laut Meski AS Blokade Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kilang independen China tetap memiliki bantalan kuat meski Amerika Serikat (AS) memperketat blokade kapal di kawasan Selat Hormuz. Pasokan minyak Iran yang menumpuk di laut serta cadangan besar di daratan China menjaga stabilitas pasokan energi Negeri Panda.

Data Kpler Ltd mencatat sekitar 38 juta barel minyak Iran masih mengapung di kapal tanker di kawasan Asia. Lebih dari sepertiga kapal itu bersandar di Laut Kuning, lepas pantai China.

Baca Juga :  Warga Kaget Sejumlah SPBU di Daerah Ini Tak Lagi Jual Pertalite, Pertamina Ungkap Alasannya

Selain itu, OilChem melaporkan stok minyak mentah di Provinsi Shandong terus meningkat. Wilayah ini menjadi pusat kilang independen China yang dikenal sebagai “teapots” dan kini mendekati level tertinggi sepanjang tahun.

AS memperketat blokade kapal yang keluar masuk pelabuhan di Teluk Persia dan wilayah pesisir Iran sejak Senin. Kebijakan ini muncul setelah perundingan Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan pada akhir pekan.

Baca Juga :  Gubernur BI Ungkap 3 Tantangan Besar Ekonomi Indonesia

Ketegangan tersebut langsung mengguncang pasar energi global dan memicu kekhawatiran gangguan suplai minyak dunia.

Meski begitu, China masih mengamankan pasokan dari jalur alternatif dan stok dalam negeri. Kondisi ini membuat kilang independen tetap beroperasi tanpa tekanan besar dari gangguan distribusi di Timur Tengah.

Pasar kini menunggu perkembangan lanjutan konflik AS–Iran yang berpotensi mempengaruhi harga minyak global dalam beberapa waktu ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mengapa Shell Masih Belum Jual Bensin? ESDM Ungkap Dugaan Penyebabnya, Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan
Mulai 1 Oktober, Seluruh SPBU Wajib Jual Biosolar B50, Indonesia Bersiap Tinggalkan Impor Solar
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Berita Terbaru