IHSG Ambruk, Minyak Melejit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada sesi I Rabu (4/3/2026). Ketegangan geopolitik AS-Iran dan pengumuman transparansi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menekan pasar.

IHSG Jatuh Signifikan

IHSG turun 4,32% ke level 7.596,57 pada akhir sesi I. Sementara itu, 63 saham menguat, 713 saham melemah, dan 37 saham stagnan. IHSG bergerak dalam rentang 7.584–7.897. Investor menilai kapitalisasi pasar mencapai Rp13.572,61 triliun.

Dampak Transparansi Free Float

BEI membuka data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Langkah ini meningkatkan transparansi jangka panjang. Namun, pasar mengalami volatilitas tinggi di tahap awal penerapan.

Baca Juga :  ANDAMINE Hadirkan Mobile Crusher di Indonesia

Sejumlah saham yang tercatat memiliki free float besar ternyata didominasi pemegang individu sebelumnya tidak teridentifikasi. Akibatnya, beberapa emiten mengalami penurunan free float signifikan. Saham yang masuk indeks MSCI atau LQ45 berpotensi mengalami outflow.

Tim Riset Maybank Sekuritas menekankan, emiten dengan kinerja solid dan ekspansi kuat bisa menahan dampak negatif melalui corporate action. Meski begitu, efek ini bersifat jangka pendek.

Faktor Geopolitik dan Harga Minyak

IHSG mengikuti tren penurunan indeks regional seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, TAIEX, dan ASX. Bahkan, Korea Selatan menghentikan sementara perdagangan setelah indeks turun lebih dari 8%.

Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, menilai eskalasi ketegangan di Timur Tengah menjadi pemicu. Penutupan Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran krisis energi.

Baca Juga :  Harga Emas Antam 11 April 2026 Rp2,85 Juta per Gram

Harga minyak global naik tajam. WTI mencapai US$74,41 per barel, sementara Brent menutup di US$81,40 per barel. Kenaikan ini muncul setelah reli 11% dalam dua hari, terbesar dalam empat tahun terakhir.

Presiden AS Donald Trump menyatakan US International Development Finance Corporation akan menyediakan asuransi kapal dan pengawalan angkatan laut bila diperlukan. Langkah ini menjaga aliran energi dan perdagangan tetap lancar.

Selain itu, Irak menutup ladang Rumaila dan proyek West Qurna 2, yang menekan pasokan minyak global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Rupiah 8 Mei 2026 Bertahan di Kisaran Rp17.300 per Dolar AS
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:06 WIB

Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang

Berita Terbaru