Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 79,9%

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Survei nasional oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan publik puas terhadap Presiden Prabowo Subianto sebesar 79,9 persen. Angka ini mencakup responden yang menilai “sangat puas” dan “cukup puas”.

 

“Kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas, angkanya 79,9 persen. Ini tergolong tinggi untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2/2026).

 

Survei Dilakukan Januari 2026

 

Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 15–21 Januari 2026. Hasil survei menunjukkan:

13 persen responden sangat puas

66,9 persen cukup puas

17,1 persen kurang puas

2,2 persen tidak puas sama sekali

0,8 persen tidak tahu atau tidak menjawab

 

Selain itu, Burhanuddin menjelaskan angka kepuasan ini stabil dibanding Januari 2025. Bahkan, publik menilai kinerja Presiden Prabowo lebih baik dibanding awal masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004) maupun Presiden Joko Widodo (2014).

Baca Juga :  SIM Hilang di Dompet Tak Lagi Masalah, Kini Cukup Tunjukkan Lewat HP Saat Razia

 

Kepuasan Tinggi, Tapi Basis Sangat Puas Masih Terbatas

 

Namun, Burhanuddin menilai publik yang sangat puas masih sedikit.

“Yang sangat puas baru 13 persen. Artinya, meski angka keseluruhan tinggi, pemilih yang benar-benar puas masih terbatas,” ujarnya.

 

Alasan Publik Puas

 

Indikator Politik Indonesia menyoroti alasan utama kepuasan publik:

17,5 persen: Presiden Prabowo berupaya memberantas korupsi

15,6 persen: Presiden Prabowo sering memberikan bantuan

11 persen: Presiden Prabowo menjalankan program kerja dengan baik

10,5 persen: kinerja Presiden Prabowo nyata dan terbukti

9,7 persen: Presiden Prabowo tegas, berwibawa, dan berani

 

Selain itu, publik menghargai program makan bergizi gratis, perhatian Presiden Prabowo terhadap rakyat, dan peningkatan kondisi keamanan.

Baca Juga :  Muscab PKB Kerinci, 5 Nama Calon Ketua Diajukan ke DPP

 

Alasan Publik Kurang Puas

Di sisi lain, responden yang kurang puas menyebut beberapa faktor:

16,2 persen: bantuan tidak tepat sasaran

15,8 persen: kinerja Presiden Prabowo belum terlihat nyata

 

13,7 persen: program kerja belum maksimal

 

9,2 persen: kondisi ekonomi belum stabil

5,8 persen: sulit mencari pekerjaan

Burhanuddin menekankan, bantuan menjadi “pisau bermata dua”. Bantuan bisa meningkatkan kepuasan, tapi menimbulkan ketidakpuasan jika publik menilai tidak tepat sasaran.

 

Generasi Z Jadi Basis Utama Kepuasan

 

Dari sisi demografi, publik yang puas terhadap Presiden Prabowo sebagian besar berasal dari Generasi Z. Berdasarkan exit poll Indikator pada Pilpres 2024, sekitar 71 persen pemilih Gen Z memilih Prabowo.

 

Dengan demikian, kelompok muda tetap menjadi penopang utama kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo saat ini.

 

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:00 WIB

Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang

Berita Terbaru