Kerinci – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci mengeluarkan surat edaran yang mengimbau seluruh civitas akademika menghentikan sementara aktivitas saat adzan berkumandang. Kampus juga mengarahkan pegawai, dosen, dan mahasiswa melaksanakan salat fardhu secara berjamaah.
Selain itu, pihak kampus mengirimkan edaran tersebut kepada seluruh unsur pimpinan dan pegawai. Penerima edaran meliputi Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Kepala Biro, Ketua dan Sekretaris Lembaga, pejabat struktural dan fungsional, dosen, serta tenaga kependidikan ASN dan non-ASN.
Rektor Tegaskan Kebijakan Kampus
Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menandatangani langsung surat edaran tersebut. Saat wartawan mengonfirmasi pada Kamis (12/2/2026), ia membenarkan penerbitan edaran itu.
“Insyaallah, benar (penerbitan edaran itu),” ujarnya.
Rektor Jafar Ahmad menjelaskan kebijakan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia juga menargetkan terbentuknya lingkungan kampus yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
Kampus Tetapkan Tiga Poin Utama
Selanjutnya, kampus menetapkan beberapa poin utama dalam edaran tersebut.
Pertama, pegawai dan dosen melaksanakan salat fardhu berjamaah di mushalla atau masjid terdekat dari unit kerja masing-masing.
Kedua, civitas akademika menghentikan aktivitas pekerjaan dan perkuliahan saat adzan berkumandang. Langkah ini memberi kesempatan seluruh civitas akademika menunaikan salat berjamaah secara tertib dan khusyuk.
Ketiga, civitas akademika melanjutkan kembali aktivitas kerja, pelayanan, dan perkuliahan setelah salat berjamaah selesai.
Unit Pelayanan Atur Teknis Pelaksanaan
Di sisi lain, pimpinan kampus meminta unit layanan masyarakat tetap menjaga kualitas pelayanan. Pengelola kegiatan akademik juga tetap menjaga ketertiban kegiatan. Karena itu, masing-masing unit mengatur teknis pelaksanaan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dosen Beri Apresiasi
Tak hanya itu, kebijakan ini mendapat respons positif dari kalangan dosen. Salah satu dosen IAIN Kerinci menyampaikan apresiasi terhadap langkah pimpinan kampus.
“Masya Allah, IAIN Kerinci luar biasa. Semoga instansi lain dapat mengikuti kebijakan seperti ini,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan ini memperkuat spiritualitas civitas akademika. Ia juga melihat kebijakan ini membentuk karakter dan budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kampus Targetkan Budaya Kerja Islami
Pada akhirnya, kampus menargetkan keseimbangan antara tugas kedinasan, kegiatan akademik, dan kewajiban ibadah. Melalui kebijakan ini, kampus mendorong budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








