Harga TBS Sawit Sumbar Turun Lagi, Petani Tertekan di Tengah Gejolak CPO Global Periode II Juni 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG – Tekanan harga tandan buah segar (TBS) sawit kembali menghampiri petani di Sumatera Barat pada periode II Juni 2026 (8–14 Juni 2026). Tim penetapan harga TBS Provinsi Sumatera Barat bersama pihak terkait resmi menetapkan penurunan harga untuk kelompok umur tanaman produktif, terutama pada rentang umur 10–20 tahun yang menjadi tulang punggung produksi sawit daerah.

Penurunan ini muncul di tengah dinamika harga minyak sawit mentah (CPO) global yang masih bergerak fluktuatif. Kondisi tersebut langsung berdampak pada struktur harga di tingkat kebun, termasuk di wilayah sentra sawit Sumatera Barat.

Penurunan Harga TBS Jadi Sorotan Petani Sawit

Infosawit melaporkan harga TBS sawit umur 10–20 tahun di Sumatera Barat turun sebesar Rp170,53 per kilogram. Pemerintah daerah menetapkan harga baru di level Rp3.684,78 per kilogram.

Tim penetapan harga yang berada di bawah koordinasi Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat menilai koreksi harga ini mengikuti perubahan komponen pembentuk harga, terutama CPO dan inti sawit (kernel).

Meskipun penurunan tergolong moderat, para petani tetap merasakan tekanan karena biaya produksi tidak ikut turun. Banyak petani menilai selisih harga ini berpengaruh langsung pada pendapatan harian mereka.

Rincian Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman

Pemerintah Sumatera Barat merinci harga TBS berdasarkan usia tanaman sawit sebagai berikut:

Umur 3 tahun: Rp2.884,34/kg

Umur 4 tahun: Rp3.050,49/kg

Umur 5 tahun: Rp3.232,97/kg

Baca Juga :  FE Cup 2 Regional Sumatera Resmi Dimulai, Geliat Ekonomi dan Talenta Muda Jadi Sorotan

Umur 6 tahun: Rp3.338,23/kg

Umur 7 tahun: Rp3.470,90/kg

Umur 8 tahun: Rp3.600,57/kg

Umur 9 tahun: Rp3.673,55/kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.684,78/kg

Umur 21 tahun: Rp3.539,49/kg

Umur 22 tahun: Rp3.533,92/kg

Umur 23 tahun: Rp3.480,86/kg

Umur 24 tahun: Rp3.319,52/kg

Umur 25 tahun: Rp3.284,09/kg

Struktur harga ini menunjukkan bahwa tanaman sawit produktif tetap berada di level tertinggi, namun selisih antar kelompok umur mulai menyempit. Kondisi ini biasanya terjadi ketika harga CPO global bergerak tidak stabil.

Harga CPO dan Kernel Ikut Menentukan Arah Pasar

Selain TBS, tim penetapan juga mencatat harga CPO di level Rp14.357,99 per kilogram. Sementara itu, harga kernel berada di angka Rp13.696,00 per kilogram, dengan harga cangkang Rp17,25 per kilogram.

Tim penetapan juga menggunakan indeks K sebesar 92,60% sebagai dasar perhitungan harga TBS. Indeks ini mencerminkan proporsi rendemen dan efisiensi pengolahan di pabrik kelapa sawit.

Fluktuasi pada komoditas turunan sawit ini ikut menekan harga TBS di tingkat petani. Banyak pabrik kelapa sawit menyesuaikan pembelian sesuai pergerakan pasar global agar tetap menjaga margin operasional.

Dampak ke Petani dan Harapan Stabilitas Harga

Petani sawit di beberapa kabupaten di Sumatera Barat mulai menyesuaikan strategi panen. Sebagian memilih menahan hasil panen lebih lama untuk menunggu harga yang lebih stabil, sementara lainnya tetap menjual karena kebutuhan likuiditas harian.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong transparansi penetapan harga agar petani tidak mengalami kerugian akibat perbedaan harga di lapangan. Mekanisme ini juga bertujuan menjaga keseimbangan antara petani, pabrik, dan pasar.

Baca Juga :  Harga Emas Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Perubahan Pola Investasi Masyarakat Makin Terlihat

Faktor Utama yang Mempengaruhi Harga TBS

Beberapa faktor utama yang mendorong perubahan harga TBS di Sumatera Barat antara lain:

Pergerakan harga CPO global

Permintaan ekspor dari negara tujuan utama

Biaya produksi dan transportasi

Efisiensi rendemen pabrik kelapa sawit

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Ketika salah satu faktor mengalami tekanan, dampaknya langsung terasa hingga ke tingkat petani.

FAQ

1. Mengapa harga TBS sawit Sumbar turun pada periode ini?

Harga turun karena koreksi harga CPO dan kernel di pasar, serta penyesuaian indeks K oleh tim penetapan.

2. Siapa yang menetapkan harga TBS di Sumatera Barat?

Penetapan dilakukan oleh tim yang berada di bawah koordinasi Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat.

3. Apakah semua umur sawit mengalami penurunan harga?

Tidak semua. Penurunan paling terlihat pada kelompok umur produktif, sementara kelompok lain mengalami penyesuaian kecil.

4. Apakah harga di lapangan sama dengan harga resmi?

Tidak selalu sama. Pemerintah menetapkan harga acuan, sedangkan pabrik di lapangan bisa memiliki selisih tergantung kondisi masing-masing.

5. Apa yang mempengaruhi stabilitas harga ke depan?

Harga CPO global, permintaan ekspor, dan kebijakan energi nabati dunia menjadi faktor penentu utama.(Tim)

Berita Terkait

BRI Sabet Best Private Bank Indonesia 2026, Transformasi Wealth Management Tembus Pengakuan Global
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 13 Juni 2026 Masih Tinggi, Cek Daftar Lengkap per Karat
PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor
Cara BI Menjaga Rupiah Jadi Sorotan Bank Dunia, Ini Strateginya
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 12 Juni 2026: Selisih Antam, UBS, dan Galeri 24 Makin Lebar, Mana yang Paling Untung?
Harga Emas Perhiasan 12 Juni 2026, Kadar 24 Karat Masih Bertahan di Rp2,24 Juta per Gram
SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global
ESDM Ungkap Fakta Isu Listrik Padam: Batu Bara Aman, Gangguan Bukan Krisis
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:00 WIB

BRI Sabet Best Private Bank Indonesia 2026, Transformasi Wealth Management Tembus Pengakuan Global

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 13 Juni 2026 Masih Tinggi, Cek Daftar Lengkap per Karat

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga TBS Sawit Sumbar Turun Lagi, Petani Tertekan di Tengah Gejolak CPO Global Periode II Juni 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Cara BI Menjaga Rupiah Jadi Sorotan Bank Dunia, Ini Strateginya

Berita Terbaru