Harga TBS Sawit Anjlok di Dharmasraya, Bupati Turun Tangan dan Tegur Keras PKS

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DHARMASRAYA – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani langsung merespons laporan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerahnya. Ia menilai kondisi ini memicu keresahan petani karena harga turun cukup tajam dalam waktu singkat sejak 20 Mei 2026.

Selanjutnya, pemerintah daerah menerima laporan lapangan yang menunjukkan harga TBS turun sekitar Rp600 hingga Rp1.100 per kilogram. Sementara itu, harga acuan CPO dan pasar sawit justru bergerak stabil sehingga ketidakseimbangan harga ini menimbulkan pertanyaan di kalangan petani.

Pemerintah Soroti Selisih Harga di Lapangan

Kemudian, Bupati Annisa menyoroti selisih harga yang mencapai Rp1.200 hingga Rp1.600 per kilogram di bawah harga acuan provinsi. Ia menilai kondisi ini tidak sesuai dengan mekanisme pasar yang sehat dan merugikan petani sawit rakyat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pelaku usaha perlu mengikuti standar harga resmi yang berlaku di Sumatera Barat agar tidak menimbulkan distorsi pasar.

PKS Wajib Ikuti Aturan Harga Resmi

Lebih lanjut, pemerintah daerah menekankan kewajiban seluruh PKS untuk mengikuti aturan penetapan harga TBS yang sudah pemerintah tetapkan. Pemerintah merujuk pada:

Baca Juga :  Menabung Bergeser ke Bank Digital, Banyak Rekening Mulai Ditinggalkan

Permentan Nomor 01 Tahun 2018

Permentan Nomor 13 Tahun 2024

Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 28 Tahun 2020

Di sisi lain, pemerintah meminta pelaku usaha menghitung harga berdasarkan kondisi pasar CPO aktual, bukan berdasarkan kebijakan internal yang tidak memiliki dasar regulasi.

Larangan Keras Manipulasi dan Kesepakatan Harga

Selanjutnya, Bupati Annisa menolak keras praktik penurunan harga sepihak. Ia juga menegaskan larangan terhadap kesepakatan harga antarpelaku usaha yang dapat merusak persaingan sehat.

“Tidak melakukan manipulasi harga, penurunan harga TBS secara sepihak yang tidak sesuai ketentuan dan berdasarkan spekulasi/dalih penyesuaian regulasi baru. Harga Pembelian TBS harus menggambarkan harga aktual pasar perdagangan CPO dan produk turunannya dan berpedoman kepada harga berkala yang ditetapkan di Wilayah Sumatera Barat sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01/Permentan/KB.120/1/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 tahun 2024 dan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 28 Tahun 2020.”

Pemerintah Perketat Pengawasan Lapangan

Kemudian, pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperkuat pengawasan harga TBS di seluruh wilayah. Aparat daerah turun langsung ke lapangan untuk memantau transaksi pembelian TBS.

Baca Juga :  Menteri Bappenas Genjot Kopi Bengkulu Go Global, Siapkan Pusat Kopi Terpadu

Selain itu, pemerintah menyiapkan langkah penindakan jika menemukan pelanggaran yang merugikan petani sawit.

Daftar Perusahaan yang Masuk Sorotan

Pemerintah juga mengarahkan imbauan kepada sejumlah perusahaan PKS berikut:

1. PT Dharmasraya Sawit Lestari

2. PT Tidar Kerinci Agung

3. PT Hamparan Kemilau Indah

4. PT Salago Makmur Plantation

5. PT Sumbar Andalas Kencana

6. PT Bina Pratama Sakato Jaya

7. PT Dharmasraya Lestarindo

FAQ

1. Apa penyebab utama polemik harga TBS di Dharmasraya?

Harga TBS turun tajam di tingkat petani meski harga CPO dan acuan provinsi tetap stabil.

2. Berapa besar penurunan harga yang petani alami?

Petani mencatat penurunan sekitar Rp600 hingga Rp1.100 per kilogram.

3. Apa sikap pemerintah daerah?

Pemerintah menuntut PKS mengikuti harga resmi dan menghentikan penetapan harga sepihak.

4. Regulasi apa yang pemerintah gunakan?

Pemerintah mengacu pada Permentan 2018, Permentan 2024, dan Pergub Sumbar 2020.

5. Apa langkah selanjutnya?

Pemerintah memperketat pengawasan dan menindak pelanggaran di lapangan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 27 Mei 2026 Mendadak Turun, Pemburu Antam dan UBS Langsung Bergerak
Harga Emas Antam Hari Ini 27 Mei 2026 Turun, Investor Ramai-ramai Cari Momentum Borong di Pegadaian
Banyak Warga Masih Salah Gunakan Obat, Dinkes Dharmasraya Gencarkan GEMA CERMAT
SMK Cetak Lulusan Siap Kerja, Tapi Pengangguran Masih Tinggi: Di Mana Letak Masalahnya?
BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia
Rupiah Melemah Tekan Perbankan: Risiko Likuiditas hingga Kredit Macet Menguat, Ini Skenario dan Antisipasi Industri
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Mei 2026 Cenderung Stabil, Ini Daftar Lengkapnya
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 Mei 2026 Meledak, Antam Dekati Rp2,9 Juta, Warga Serbu Logam Mulia di Tengah Ketidakpastian Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga TBS Sawit Anjlok di Dharmasraya, Bupati Turun Tangan dan Tegur Keras PKS

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 27 Mei 2026 Mendadak Turun, Pemburu Antam dan UBS Langsung Bergerak

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 27 Mei 2026 Turun, Investor Ramai-ramai Cari Momentum Borong di Pegadaian

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:00 WIB

Banyak Warga Masih Salah Gunakan Obat, Dinkes Dharmasraya Gencarkan GEMA CERMAT

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB

SMK Cetak Lulusan Siap Kerja, Tapi Pengangguran Masih Tinggi: Di Mana Letak Masalahnya?

Berita Terbaru