BPR Priangan Timur Bersatu, OJK Perkuat Perbankan Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Empat bank perkreditan rakyat (BPR) di Priangan Timur, bergabung ke dalam PT BPR Nusamba Tanjungsari. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menyetujui langkah ini.

Hal itu menjadi bagian dari konsolidasi industri perbankan untuk memperkuat permodalan, meningkatkan daya saing, dan menghadirkan layanan yang lebih inovatif.

Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-15/D.03/2026, tertanggal 20 Februari 2026, memuat persetujuan ini secara resmi. Dengan demikian, PT BPR Nusamba Sukaraja, PT BPR Nusamba Plered, PT BPR Nusamba Singaparna, dan PT BPR Mitra Harmoni Indramayu menyerahkan semua hak dan kewajibannya kepada PT BPR Nusamba Tanjungsari.

Tujuan Penggabungan

Baca Juga :  BRI Perketat Risiko Kredit UMKM, Fokus Pertumbuhan Sehat di Tengah Ketidakpastian Global

Nofa menyampaikan pada acara penyerahan Surat Keputusan di Kantor OJK Tasikmalaya, Kamis (26/2/2026), bahwa penggabungan ini membentuk BPR yang lebih tangguh dan sehat. Selain itu, BPR hasil penggabungan mampu menyediakan produk dan layanan yang lebih inovatif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. OJK memastikan nasabah tetap dapat melakukan transaksi dan menerima layanan seperti biasa tanpa kehilangan hak atau kewajiban.

Strategi Penguatan Industri BPR

Lebih jauh, OJK merancang konsolidasi ini untuk memperkuat industri BPR. Tujuannya agar BPR menjadi lebih efisien, kompetitif, dan tangguh menghadapi risiko. Dengan langkah ini, BPR dapat mendukung pembiayaan sektor riil, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Kinerja BPR di Priangan Timur

Sepanjang 2025, BPR dan BPR Syariah di Priangan Timur mencatat tren positif. Total aset meningkat 3,81% menjadi Rp 3,56 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) naik 2,71% menjadi Rp 2,51 triliun, dan kredit bertambah 5,62% menjadi Rp 2,81 triliun. Tingkat kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali, yang menunjukkan pengelolaan risiko yang baik.

Dorongan OJK untuk Masa Depan

Oleh karena itu, OJK terus mendorong BPR memperkuat kelembagaan melalui konsolidasi dan transformasi. Dengan begitu, BPR menjadi lebih berdaya tahan dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru