ADMR Gaspol Smelter Aluminium Tahun Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), bagian dari Alamtri milik Boy Thohir, menargetkan smelter aluminium milik PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) beroperasi penuh pada 2026.

Selain itu, ADMR sudah melakukan pengujian dan komisioning sebagian pada kuartal 4 2025. Jetty dan fasilitas pendukung mulai beroperasi penuh sejak akhir 2025.

Seiring itu, manajemen ADMR menegaskan KAI tetap fokus meningkatkan operasi pot untuk mencapai kapasitas produksi penuh hingga akhir tahun.

Catatan penting, biaya konstruksi smelter membuat belanja modal ADMR 2025 membengkak 63% menjadi US$661,7 juta, termasuk proyek infrastruktur PT Maruwai Coal. Namun, perusahaan menganggarkan belanja modal US$220-240 juta pada 2026, termasuk porsi ekuitas di KAI.

Baca Juga :  IHSG Ambruk, Minyak Melejit

Pada September 2025, Sekretaris Perusahaan ADMR, Mahardika Putranto, menyebut kapasitas smelter fase pertama mencapai 500.000 ton aluminium ingot per tahun. Kemudian, perusahaan akan meningkatkan kapasitas bertahap hingga 1,5 juta ton per tahun.

Dengan demikian, manajemen memproyeksikan kapasitas terpasang smelter aluminium di Indonesia pada 2026 mencapai 1,75 juta ton, termasuk smelter ADMR. Oleh karena itu, Indonesia berpotensi menjadi produsen aluminium primer utama di Asia Tenggara.

Pada 2025, suplai dan permintaan aluminium primer global tercatat masing-masing 74,3 juta ton dan 74,4 juta ton. Selain itu, permintaan global diperkirakan terus meningkat, tumbuh lebih cepat dari pasokan, sehingga muncul defisit.

Baca Juga :  Danantara Percepat Integrasi BUMN Logistik, Biaya Turun Signifikan

China membatasi kapasitas produksi aluminium menjadi 45 juta ton. Namun, beberapa pemain China mempertimbangkan ekspansi smelter ke luar negeri, termasuk Indonesia. Sementara itu, di dalam negeri, ADMR dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menjadi pemain utama industri aluminium.

Sebelumnya, IDNFinancials.com mencatat laba bersih ADMR merosot 37,9% menjadi US$271,2 juta. Meski begitu, volume produksi dan penjualan meningkat 12%, tetapi harga jual batu bara yang lemah menurunkan pendapatan 16% menjadi US$973 juta.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun
Danantara Siapkan Perombakan Besar DSI, Sistem Ekspor Satu Pintu Mulai Transisi 1 Juni 2026
Rahasia di Balik TikTok Shop: Penjual Kini Punya “Tim Marketing Otomatis” Tanpa Gaji Lewat Program Afiliasi
AI Menggeser Kerja Kantoran, Franchise Mendadak Jadi Jalur Cepat Menuju Kaya Raya
Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:00 WIB

Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun

Senin, 1 Juni 2026 - 13:00 WIB

Danantara Siapkan Perombakan Besar DSI, Sistem Ekspor Satu Pintu Mulai Transisi 1 Juni 2026

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Gebrakan Baru BGN: Efisiensi Anggaran MBG Digenjot

Jumat, 5 Jun 2026 - 11:30 WIB