Gas Subsidi Rp 20 Ribu Jadi Rp 30 Ribu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Seorang warga kurang mampu di Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, mengeluhkan harga elpiji 3 kilogram yang tidak sesuai dengan papan informasi di pangkalan. Ia merasa dirugikan saat membeli gas.

Peristiwa itu terjadi di salah satu pangkalan di Kelurahan Sungai Penuh, tidak jauh dari MAN 2 Sungai Penuh. Papan di dinding pangkalan mencantumkan harga Rp 20 ribu per tabung. Namun saat transaksi berlangsung, pedagang meminta Rp 30 ribu.

“Saya lihat jelas tertulis Rp 20 ribu. Setelah saya bayar sesuai tulisan, pedagang malah minta tambah jadi Rp 30 ribu,” ujarnya, Senin (3/3/2026).

Baca Juga :  Harga Emas Melonjak, FOMO Meluas

Karena merasa janggal, ia langsung mempertanyakan selisih Rp 10 ribu tersebut. Namun pedagang menjawab santai dan menyebut harga di pangkalan sama dengan harga di warung, yakni Rp 30 ribu per tabung.

Jawaban itu memunculkan pertanyaan baru. Jika pedagang menetapkan harga Rp 30 ribu, mengapa mereka tetap menuliskan Rp 20 ribu di papan informasi? Kondisi ini membingungkan konsumen dan merugikan warga kurang mampu yang bergantung pada gas subsidi.

Elpiji 3 kilogram merupakan barang bersubsidi. Pemerintah memperuntukkan gas tersebut bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Karena itu, pemerintah daerah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar harga tetap terjangkau.

Baca Juga :  Bantuan Sapi Kurban Presiden Prabowo di Sungai Penuh: Distribusi dan Keadilan Jadi Sorotan

Pangkalan wajib mematuhi HET dan mencantumkan harga secara jujur serta terbuka. Jika pedagang menjual di atas ketentuan, mereka melanggar aturan distribusi barang subsidi. Jika mereka tidak menyesuaikan papan harga dengan harga jual, mereka menyesatkan konsumen.

Sampai berita ini terbit, pihak pangkalan belum memberi klarifikasi. Warga berharap instansi terkait segera turun tangan, memperketat pengawasan, dan memastikan penyaluran elpiji 3 kilogram di Kota Sungai Penuh berjalan sesuai aturan serta tidak membebani masyarakat kecil.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026
Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Berita Terbaru