JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat harga minyak melonjak tajam. Pasalnya, perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mendorong harga minyak Brent naik 7% menjadi US$ 77,9 per barel. Sementara itu, harga minyak WTI melonjak 6,3% menjadi US$ 71,23 per barel pada Senin, 2 Maret 2026. Akibatnya, harga minyak mencapai level tertinggi sejak Januari 2025.
Meningkatnya kekhawatiran pasar muncul karena potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar seperlima pengiriman minyak global. Sebagai langkah antisipasi, beberapa perusahaan pelayaran mengubah rute kapal mereka untuk menghindari risiko keamanan.
Lonjakan harga minyak bertambah tajam setelah AS dan Israel menyerang Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke sejumlah target regional. Lebih jauh, Saudi Aramco menutup sementara kilang Ras Tanura untuk menilai kerusakan akibat serangan drone.
Di tengah kondisi ini, OPEC+ memutuskan menaikkan produksi 206 ribu barel per hari mulai April. Langkah ini mengakhiri jeda tiga bulan dalam peningkatan output. Namun demikian, tambahan pasokan masih jauh di bawah rencana awal, yakni antara 411 ribu hingga 548 ribu barel per hari. Dengan produksi terbatas dan ketidakpastian geopolitik tinggi, para pelaku pasar tetap waspada, sehingga harga minyak terus naik.
ETF XLE Terbang Bersama Harga Minyak
Sentimen kenaikan harga minyak mendorong ETF Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) melesat. XLE mencerminkan kinerja saham perusahaan energi besar di indeks S&P 500, termasuk Exxon Mobil dan Chevron. Dengan kata lain, investor bisa langsung mendapatkan eksposur luas ke sektor energi tanpa membeli saham satu per satu.
Seiring harga minyak yang meroket, XLE menunjukkan momentum kuat dan mencetak rekor tertinggi hampir 18 tahun terakhir. Pada perdagangan Senin malam, XLE menembus US$ 56,99 per unit.
Secara keseluruhan, lonjakan ini menunjukkan bahwa investor bereaksi cepat terhadap kondisi pasar energi global. Mereka menilai sektor energi sebagai aset menarik di tengah ketidakpastian geopolitik.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









