Prabowo–Trump Teken Kesepakatan Dagang AS-RI, Ini Isinya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0


JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meneken kesepakatan dagang bilateral bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pertemuan resmi itu, kedua pemimpin merumuskan sejumlah poin strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dan memperluas kerja sama perdagangan.

Kesepakatan ini menjadi tonggak baru kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia menilai kerja sama tersebut mampu memperluas akses pasar dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Momentum Baru Hubungan Ekonomi

Prabowo dan Trump membahas arah kemitraan jangka panjang dengan menekankan perdagangan yang adil dan investasi berkelanjutan. Keduanya mendorong peningkatan volume perdagangan bilateral dalam beberapa tahun ke depan.

Selanjutnya, pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat menargetkan pertumbuhan ekspor dan impor yang lebih seimbang. Kedua pihak ingin memastikan masing-masing negara memperoleh manfaat optimal.

Perluasan Akses Pasar

Pemerintah Indonesia mendorong peningkatan ekspor produk manufaktur, tekstil, alas kaki, furnitur, dan hasil perikanan ke pasar Amerika Serikat. Pemerintah menilai produk nasional memiliki kualitas dan daya saing harga yang kuat. Sebagai timbal balik, pemerintah Indonesia membuka peluang impor produk energi, teknologi, dan pangan dari Amerika Serikat melalui skema tarif dan kuota yang jelas.

Baca Juga :  Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026

Penyederhanaan Regulasi Perdagangan

Kedua negara memangkas hambatan non-tarif untuk memperlancar arus barang. Pemerintah Indonesia mempercepat proses perizinan, memperkuat transparansi regulasi, dan meningkatkan efisiensi layanan kepabeanan. Langkah tersebut membantu pelaku usaha menekan biaya logistik dan mempercepat distribusi barang.

Dorong Investasi dan Hilirisasi

Amerika Serikat mendorong perusahaan-perusahaannya menanamkan modal di sektor energi terbarukan, infrastruktur, dan pengolahan mineral kritis di Indonesia. Indonesia menyambut dorongan itu dengan memperkuat kebijakan hilirisasi industri.

Indonesia mengarahkan pengolahan nikel, bauksit, dan komoditas tambang lain agar berlangsung di dalam negeri. Peme ingin menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.

Kedua negara kemudian membentuk forum investasi bilateral untuk mempercepat realisasi proyek strategis dan menyelesaikan kendala teknis.

Kerja Sama Energi dan Teknologi Digital

Pemerintah Indonesia meningkatkan impor minyak mentah dan LPG dari Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Sebagai imbalannya, pemerintah Amerika Serikat membuka peluang transfer teknologi dan kerja sama pengembangan energi bersih.

Baca Juga :  Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Di sektor digital, kedua negara memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi digital dan keamanan siber. Pemerintah Indonesia juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi.

Perlindungan UMKM dan Tenaga Kerja

Indonesia memastikan kesepakatan ini tetap melindungi pelaku usaha dalam negeri, terutama UMKM. Pemerintah menyediakan akses pembiayaan, pelatihan ekspor, dan program peningkatan daya saing produk lokal.

Selain itu, kedua negara memasukkan komitmen peningkatan standar ketenagakerjaan dan perlindungan hak pekerja sebagai bagian dari prinsip perdagangan yang adil.

Babak Baru Kemitraan Strategis

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia membangun hubungan setara dan saling menguntungkan melalui kesepakatan ini. Ia ingin memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan memperluas peluang investasi.

Trump menyebut Indonesia sebagai mitra strategis utama Amerika Serikat di Asia Tenggara. Ia mendorong peningkatan perdagangan bilateral secara signifikan.

Kini, pemerintah Indonesia menyiapkan langkah teknis untuk menjalankan seluruh poin kesepakatan. Indonesia dan Amerika Serikat memasuki babak baru kemitraan ekonomi dengan target pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026
Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Berita Terbaru