JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) terus memperkuat transformasi digital sebagai motor pertumbuhan bisnis. Strategi tersebut membuahkan hasil positif pada semester I 2026 melalui peningkatan arus kas operasional, pertumbuhan pendapatan, dan kenaikan laba bersih.
Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat, Telkom memilih mempercepat efisiensi sekaligus memusatkan investasi pada bisnis bernilai tinggi. Langkah itu memperkuat daya saing perusahaan sekaligus membuka ruang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Selain menjaga kinerja keuangan, Telkom juga merampingkan struktur grup, mempercepat pengembangan infrastruktur digital, dan memperkuat kapabilitas bisnis inti. Rangkaian strategi tersebut memperlihatkan arah transformasi perusahaan yang semakin jelas sepanjang paruh pertama 2026.
Transformasi Digital Jadi Penggerak Pertumbuhan
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan perusahaan terus menjalankan transformasi digital secara konsisten di seluruh lini bisnis.
“Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian, Minggu (2/8/2026).
Menurut Dian, seluruh unit bisnis bergerak dalam arah yang sama sehingga perusahaan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Efisiensi Operasional Perkuat Arus Kas
Sepanjang semester I 2026, Telkom mencatat pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, perusahaan terus menekan biaya operasional (OPEX), mengelola belanja modal (CAPEX) secara disiplin, serta menjaga keseimbangan antara investasi dan profitabilitas.
Di saat yang sama, Telkom menjalankan Early Retirement Program (ERP) dan memindahkan sejumlah karyawan ke unit bisnis yang membutuhkan tenaga kerja. Langkah tersebut mempercepat penyederhanaan organisasi sekaligus meningkatkan kelincahan perusahaan dalam merespons perubahan pasar.
Penataan Portofolio Perkuat Bisnis Inti
Telkom juga menuntaskan penataan terhadap 10 entitas melalui divestasi, merger, dan likuidasi. Melalui kebijakan tersebut, perusahaan memusatkan sumber daya pada bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.
Karena itu, struktur grup kini menjadi lebih sederhana, koordinasi bisnis semakin cepat, dan pengambilan keputusan berlangsung lebih efektif.
Belanja Modal Fokus pada Bisnis Prioritas
Selama semester I 2026, Telkom mengalokasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun.
Lebih dari 96 persen dana tersebut mengalir ke pengembangan bisnis prioritas yang mencakup layanan B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.
Selain memperkuat bisnis utama, perusahaan juga melanjutkan persiapan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2. Manajemen menargetkan proses itu selesai pada semester II 2026 sehingga strategi pembukaan nilai perusahaan dapat berjalan sesuai rencana.
Pendapatan dan Laba Terus Bertumbuh
Strategi transformasi yang konsisten ikut mendorong peningkatan kinerja keuangan Telkom.
Hingga akhir semester I 2026, perusahaan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selanjutnya, EBITDA mencapai Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 persen.
Telkom juga membukukan laba bersih sebesar Rp10,6 triliun atau naik 1,4 persen. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi meningkat 6,2 persen hingga mencapai Rp11,3 triliun.
Arus kas operasional bahkan menyentuh Rp34,9 triliun atau naik 7 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut berasal dari pemulihan bisnis mobile dan pengendalian biaya yang konsisten.
Investasi Digital Jadi Prioritas Jangka Panjang
Dian menilai pembangunan infrastruktur digital akan menentukan kekuatan ekonomi Indonesia pada masa mendatang. Oleh sebab itu, Telkom terus meningkatkan investasi pada berbagai kapabilitas digital.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Dian.
Ia menambahkan, “Sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional.”
Strategi Telkom Hadapi Persaingan Industri
Ke depan, Telkom akan melanjutkan efisiensi operasional, mempercepat transformasi digital, serta mengoptimalkan investasi pada sektor yang memberikan nilai tambah tinggi. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia.
FAQ
Apa pencapaian utama Telkom pada semester I 2026?
Telkom mencatat pendapatan Rp75,9 triliun, laba bersih Rp10,6 triliun, serta pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5 persen.
Berapa nilai belanja modal Telkom pada semester I 2026?
Perusahaan mengalokasikan CAPEX sebesar Rp10,8 triliun dan mengarahkan lebih dari 96 persen dana tersebut ke bisnis prioritas.
Apa tujuan Telkom merampingkan 10 entitas?
Perusahaan ingin memusatkan fokus pada bisnis inti, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing.
Apa fokus investasi Telkom saat ini?
Telkom memprioritaskan investasi pada segmen B2C, B2B Infrastructure, International Business, serta pembangunan infrastruktur digital.
Bagaimana prospek Telkom ke depan?
Telkom akan melanjutkan transformasi digital, memperkuat efisiensi operasional, dan memperbesar investasi pada layanan digital untuk menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang.(Tim)









