Pusat Dorong Sumbar Jadi Percontohan Penanggulangan Bencana

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah pusat mendorong Sumatera Barat menjadi daerah percontohan nasional dalam penanganan bencana terintegrasi. Pertemuan berlangsung di Jakarta, Senin (23/2/2026). Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bertemu Kepala Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Rachmat Pambudy. Mereka membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana.

Percepat Realisasi R3P

Mahyeldi meminta pemerintah pusat segera merealisasikan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Ia menegaskan Sumbar tidak boleh mengulang keterlambatan pemulihan seperti sebelumnya.

“Kita tidak ingin proses rehab rekon tertunda. Pemerintah harus segera menjalankan dokumen perencanaan agar masyarakat cepat bangkit,” ujar Mahyeldi.

Pemprov Sumbar telah mengirim surat resmi kepada pemerintah pusat. Dalam surat itu, Pemprov meminta percepatan realisasi program serta penguatan dukungan kebijakan.

Perluas Mitigasi Multi-Bencana

Mahyeldi menekankan pentingnya mitigasi yang lebih luas. Ia menyebut Sumbar tidak bisa hanya fokus pada gempa dan tsunami. Pemerintah daerah juga harus mengantisipasi banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin, BPR Koperindo Jaya Jakarta Resmi Tutup

Ia mendorong penguatan tata ruang berbasis risiko. Ia juga meminta peningkatan sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektor agar respons lapangan berjalan cepat dan tepat.

“Risiko bencana di Sumbar beragam. Pemerintah harus menjalankan mitigasi secara menyeluruh dan terintegrasi,” tegasnya.

Dorong Perhutanan Sosial dan Green Province

Mahyeldi menyoroti pentingnya perhutanan sosial sebagai strategi mitigasi ekologis. Ia menilai kelestarian hutan mampu menekan risiko bencana sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Ia juga menegaskan komitmen menjadikan Sumbar sebagai green province. Pemerintah daerah harus menyelaraskan program lingkungan dengan pengurangan risiko bencana.

“Kelestarian hutan bukan sekadar isu lingkungan. Kita menjadikannya bagian dari perlindungan masyarakat,” katanya.

Bappenas Susun Rencana Induk

Rachmat Pambudy menyatakan dukungan terhadap percepatan rehab rekon di Sumbar. Saat ini, Bappenas menyusun rencana induk sebagai dasar pelaksanaan pemulihan di daerah terdampak bencana.

Baca Juga :  Pemerintah Perkuat Penyebaran Informasi Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 

Ia menekankan pentingnya penguatan early warning system yang terhubung langsung dengan aksi cepat di lapangan.

“Kami ingin menjadikan Sumbar sebagai daerah percontohan model penanganan bencana,” ujarnya.

Siapkan Satu Data Kebencanaan

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Medrilzam, mengusulkan Sumbar sebagai pilot project pengembangan satu data kebencanaan nasional. Ia menilai data terintegrasi dan valid sangat penting untuk mendukung kebijakan yang tepat sasaran.

Pemerintah merencanakan pelaksanaan rehab rekon mulai April 2026 setelah masa tanggap darurat dan transisi berakhir. Pemerintah akan menjalankan tahapan tersebut secara sistematis agar pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan efektif.

Melalui langkah itu, pemerintah menargetkan Sumbar menjadi contoh nasional dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terpadu, berbasis data, dan berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:00 WIB

Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang

Berita Terbaru